Kamis , Januari 19 2017

Selain TV One, Semua Bos Redaksi TV Bersekongkol Tidak Live Persidangan Ahok, Tanya Kenapa?

Jakarta ~ Para pimpinan redaksi stasiun televisi swasta menyepakati tidak akan menyiarkan secara langsung atau live agenda persidangan kasus  penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Kesepakatan para petinggi redaksi pemberitaan televisi tersebut disampaikan dalam sebuah diskusi ‘Etika, Live Report Persidangan Ahok’ yang digelar di Dewan Pers Jl. Kebonsiri, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (9/12). Adapun para petinggi redaksi pemberitaan stasiun televisi yang hadir yakni Metro TV, Kompas TV, Inews TV/MNC Grup, SCTV, hanya petinggi dari TV One yang tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

Tentu saja hal ini seperti persengkokolan awak media untuk dapat mengaburkan informasi yang diterima namun tidak memberitkan apa adanya. Tidakkah mereka dapat izin akses masuk dalam ruang persidangan namun mereka tidak mau menayangkannya? Padahal sudah dinyatakan di Awal bahwa persidangan ahok harus di kawal dan dilakukan secara terbuka. Jika mereka tetap bersekongkol untuk tidak live – maka nyatalah media itu pendukung Ahok. Karena secara praktis para jurnalis mereka konsumsi sendiri informasi persidangan dan memilah informasi yang bertedensi untuk mereka tampilkan di ruang public.

Dan ini sama saja mereka melanggar kode etik jurnalistik yang menyatakan wartawan/pers Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.

Dengan menyiarkan langsung sebenarnya itu bagian dari mereka juga melaksanakan kode etik jurnalistik yang berbunyi “Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah”
Namun sayang itu semua akhirnya mereka abaikan.Anehnya dalam persekongkolan itu, yang paling getol menginisiasi ini adlah Kepala Newsroom Metro TV Andi Setia. Ntah trauma atau malah mencoba melawan opini pemboikotan selama ini pada MetroTV dari umat islam, Dia menyebutkan pihaknya sepakat dan setuju tidak menayangkan secara langsung agenda sidang Ahok yang akan berlangsung pada Selasa 13 Desember mendatang. “Kami setuju dalam persidangan Ahok tidak disiarkan langsung. Kami perlu menyepakati bersama untuk tidak live di persidangan Ahok,” kata Andi.

Andi meminta pengelola televisi atau petinggi redaksi televisi yang tidak ikut hadir dalam kesepakatan agar turut mendukung komitmen bersama tersebut demi bangsa. “Kita sepakati bersama, jangan sampai ada dusta di antara kita. Jangan sampai nanti pada saat sidang Ahok ada TV yang menyiarkan langsung,” ucapnya seperti menyindir TV One dll.

Beda Andi dari Metro, Direktur pemberitaan grup Media Nusantara, Citra Arya Sinulingga, malah mempropkasi – seakan masyarakat Indonesia bodoh semua dalam mengkonsumsi berita. Padahal publik semakin cerdas. mengkhawatirkan kekhawatiran siaran langsung persidangan Ahok berimplikasi pada disintegrasi bangsa. “Seperti kita ketahui jika persidangan Ahok nanti disiarkan secara live akan berdampak besar. Kita juga punya tanggungjawab untuk menjaga kerukunan dan ketenteraman masyarakat, serta keutuhan bangsa ini. Jadi saya sepakat, kita media TV ini tidak menyiarkan langsung persidangan Ahok,” kata Arya.

Sungguh ini menjadi preseden buruk dan bukti bahwa media Mainstream di Indonesia sudah tidak bisa diharapkan untuk pembelaannya pada umat Islam. urusan Jessika yang ga penting itu mereka rela habis habisan – eh urusan kemuliaan Islam mereka abaikan. (UI)

Kata kuncin penghantar:

| kenapa demo 121 tidak di tayangkan di tv | Seruan pemboikotan tv swasta pembea ahok | beberapa tv sepakat tidak tayangkan sidang ahok | download vidio brita liputan 6 tgl 15 januari 2017 | www Demo Mahasiswa 121 Tidak Ditayangkan Stasiun Televisi|

Tv islami…ayo ambil bagian….ini saat yg tepat…
Rodja tivi….ana berharap antum meliput berita ini……karena sangat penting buat kita umat muslim

Media yg bobrok terlahir dari mental-mental yg bobrok. Mungkin kata itu yg pas untuk menggambarkan media yg berperan pada saat ini.
Juka sudah begini, siapa lagi yg bisa di percaya? Adanya berita untuk di sampaikan(Publikasi) bukan untuk di tutup-tutupi.

Ketuhanan bangsa ?????
Ini kalimat paling bodoh yang pernah saya dengar…
Memberitakan secara langsung merupakan media pembelajaran bagi masyarakat ..
Sehingga masyarakat mengerti proses hukum dan keadilan …
Apa yang ditakuti tentang hal ini …
AHOK BUKAN INDONESIA …
dia sama dengan warga yang lain ..
Yang KEDUDUKANNYA SAMA DI MATA HUKUM…
BERHENTI MEMBODOHI MASYARAKAT…!!!!

Umat Islam bisa diwakili oleh media lain selain media mainstream,utk mendapatkan/mengakses berita/info mengenai perkembangan kasus penistaan agama yg akan disidangkan tgl 13 Desember nanti.Sebut saja…banyak sekali media Islam/Islami.Saran saya supaya media center bela Islam dpt melakukan liputan & memberitakannya kpd umat seluruh rangkaian persidangan hingga kasus ini ketok palu.

Mari kita cari alternatif lain cari berita dari luar media mainstream. Kami dah gak percaya Metro TV dan Kompas.

Mau tayang apa nggak oleh media gak ada pengaruhnya,cuma kalau di kilas balik pada persidangan kopi maut jesica ,mengapa begitu getolnya media siaran langsung sampai ber-hari2 dan bahkan ber-jam2 ? tanya MENGAPA?adakah pesan yang di sembunyikan atau takut chaos ya ?jika ketahuan bahwa persidangan ini adalah sandiwara belaka?jangan ada dusta diantara jurnalis dan penguasa.