Kamis , Januari 19 2017

Himbauan Kapolri Cari Makar Via Internet; Eh Ketemu Makarnya Ahok

Jakarta ~ “Isu makar baca saja google, siapa yang ingin menjatuhkan pemerintah, jatuhkan Pak Jokowi, nah itulah dia. Enggak usah ngomongin ini lagi, baca saja di media, itu ada beberapa pihak yang katakan ‘kita akan duduki DPR’, itu inkonsitusional,” kata Tito karnavian usai acara Istighotzah Akbar di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, (Republika Selasa, 22/11).

Senada hal itu, Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan menggelar jumpa pers untuk mengumumkan maklumat soal rencana unjuk rasa yang ditengarai bisa disusupi upaya makar, Selasa (22/11). Pernyataan tersebut mendorong sejumlah wartawan untuk bertanya tentang definisi makar. “Menggulingkan pemerintah yang sah, selama itu tidak ada ya enggak ada masalah,” kata Iriawan. “Jadi ada aturan yang mengatur berkaitan dengan ini. Itu ada ketentuan, silakan gampang sekali buka di Google, diperdalam saja itu. Gampang sekali.” Katanya.

Baca : Kapolri Salting Soal Makar

Up Islam membaca soal makar di internet.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), makar punya beberapa arti: 1 akal busuk; tipu muslihat; 2 perbuatan (usaha) dengan maksud hendak menyerang (membunuh) orang, dan sebagainya; 3 perbuatan (usaha) menjatuhkan pemerintah yang sah.

Jika berdasarkan definisi di atas, sebenarnya Makar itu ya Ahok. Semua orang sudah tau akal busuk, tipu muslihat ahok agar tetap menguasai Jakarta. Bagaimana tidak, Ahok yang dimula minta maaf kepada umat Islam atas perlakuannya dengan sombong pasca ditetapkannya dirinya jadi tersangka Ahok malah menuduh umat Islam yang aksi 411 dibayar Rp.500.000 perkepala. Bukankah ini akal busuknya?

Karenanya wajar jika, pengamat politik Muslim Arbi kepada media intelejen.co.id mengatakan Ahoklah makar sesungguhnya. kata artbi, Ahok pernah berupaya melawan KPK “Kalau melawan KPK berarti sudah makar. Ahok pejabat publik memberikan contoh yang tidak baik,” tegas Muslim Arbi.

Kata Muslim, aparat kepolisian harus segera menangkap Ahok karena pernyataannya sebagai bentuk makar melawan lembaga resmi negara. “Ahok mengatakan akan melawan lembaga negara, dan hal itu disampaikan dengan arogan. Ini sebuah pernyataan melawan hukum. Apakah mungkin KPK menetapkan tersangka tanpa alasan yang jelas?” tegas Muslim.

Muslim juga menyesalkan sejumlah LSM antikorupsi justru diam saat Ahok menyuarakan perlawanan kepada KPK. “LSM antikorupsi sangat diduga kuat telah dibeli Ahok. Mana suaranya? Kasus RS Sumber Waras diam, justru mencari kesalahan Ketua BPK Perwakilan DKI Jakarta. Ini sangat aneh,” pungkas Muslim.

 

Kata kuncin penghantar:

| alasan kapolri menyatakan ada upaya makar | busuknya tito karnavian | himbauan kapolri tentang makar|