Home / Kabar / Ilmu Optik Dunia Islam, Ilmuwan Muslim di era kejayaan

Ilmu Optik Dunia Islam, Ilmuwan Muslim di era kejayaan

Up-News – Ilmu Optik Dunia Islam, Ilmuwan Muslim di era kejayaan

Ilmu optik adalah ilmu yang dikembangkan secara khusus para ilmuwan Muslim di era kejayaan. Para filsuf, ahli matematika, dan ahli kesehatan Muslim yang paling menonjol di zaman itu berupaya keras mempelajari sifat fundamental dan cara bekerja pandangan serta cahaya.

”Di bidang ilmu optik inilah mereka menghasilkan apa yang barangkali merupakan penemuan ilmiah paling orisinal dan penting dalam sejarah dunia Islam,” papar Howard R Turner dalam bukunya berjudul Science in Medival Islam.

Para ilmuwan Muslim itu memiliki akses terhadap kekayaan warisan pengetahuan Yunani yang berkaitan dengan cahaya dan penglihatan. Salah satu karya penting yang memberi inspirasi pada ilmuwan Muslim adalah karya-karya yang ditulis oleh ahli matematika, Euclid, pada abad ketiga SM. Selain itu, para ilmuwan Muslim pun mempelajari risalah-risalah yang dihasilkan astronom Mesir, Ptolemeus.

Wow!:  Sah dan Meyakinkan Korupsi Berjamaah Politikus PKB kena Hukuman 9 Tahun Penjaran, Uang 7 M, dan Cabut Hak Politik 3 Tahun

Menurut Turner, literatur-literatur pra-Islam ini menggali berbagai topik, mulai dari refleksi, refraksi, proyeksi citra melalui lubang, pelangi, hingga anatomi dan cara bekerja mata. Risalah-risalah Yunani dalam bidang-bidang ini telah menggunakan istilah beberapa disiplin, termasuk matematika, filsafat alam, dan pengobatan.

Lihat juga  Aksi Kelompok Bersenjata Kian Brutal, Kapolda Papua Keluarkan Maklumat

Dengan mempelajari teori-teori Euclid yang berjudul Optics, papar Turner, para ilmuwan Islam pun dengan cepat mengembangkan ilmu optik. Mereka menjadi peletak dasar ilmu optik modern. Al-Kindi, misalnya, mampu menghasilkan pemahaman baru tentang refleksi cahaya juga prinsip-prinsip visual.

Buah pemikiran Al-Kindi itu kemudian menjadi hukum-hukum perspektif pada zaman Renaisans Eropa. Ditakdirkan untuk menyatukan unsur-unsur sains kealaman dan matematika, Al-Kindi menolak konsep Aristoteles tentang penglihatan sebagai bentuk yang diterima oleh mata dari objek yang sedang dilihat. Sebaliknya, ia memahami penglihatan ditimbulkan oleh daya pencahayaan yang berjalan dari mata ke objek dalam bentuk kerucut radiasi.

Wow!:  Bagi Penjajah Mereka Disebut “Radikal – Muslim Fanatik”, Bagi Bangsa Indonesia Merekalah “Pahlawan”

Seiring waktu, pencapaian dunia Islam dalam bidang optik berkembang semakin pesat. Terinspirasi karya Ibnu Sahl, ahli fisika Muslim terkemuka Ibnu Haitham mengembangkan ilmu optik lebih hebat lagi. Salah satunya, Ibnu Haitham mampu menciptakan ”kamera obscura”.

Lihat juga  Innalillahi, Suami Istri Ini Meninggal Dunia Setelah Alami Kecelakaan Maut Di Jalur Ini

Temuan itu berasal dari upaya Ibnu Haitham untuk mempelajari gerhana matahari. Ibnu Haitham kemudian membuat lubang kecil pada dinding yang memungkinkan citra matahari seminyata diproyeksikan melaluinya ke permukaan datar. Contoh pertama dari ilmu optik “kamera obscura” ini mendahului prinsip-prinsip fotografi modern. Percobaan-percobaan utama yang dikembangkan Ibnu Haitham dengan menggunakan cermin pembakar berbentuk parabolik, memberi jalan menuju lensa-lensa untuk teleskop dan mikroskop masa depan.

Wow!:  Adab Bergaul Dengan Sesama Muslim

Dengan meneliti mata manusia, Ibnu Haitham mempelajari strukturnya, menganalisis penglihatan stereo, dan merumuskan metode bagaimana manusia menangkap citra. Begitulah, peradaban Islam mengembangkan ilmu optik hingga mampu mengubah dunia. Berbekal hasil karya dan pemikiran ilmuwan Islam di zaman keemasan, peradaban Barat akhirnya mampu mengembangkan ilmu optik lebih hebat lagi. Meski begitu, mereka tak bisa melupakan jasa umat Islam.

Lihat juga  [Video] Bule Ini Kibarkan Bendera OPM Sambil Tertawa, Letjen.TNI (Purn.) Suryo Prabowo Geram

republika.co.id, 21/11/2017

Sumber: Sehat Akal Suci Hati
Ilmu Optik Dunia Islam, Ilmuwan Muslim di era kejayaan

Shares