Home / News / Cermin Ajaib Saat Memboikot Saudara Seiman

Cermin Ajaib Saat Memboikot Saudara Seiman

Up-News – Cermin Ajaib Saat Memboikot Saudara Seiman

Photo by Warren Wong on Unsplash

Memutuskan hubungan antara muslim satu dengan muslim yang lain memang bukan tindakan yang elok. Dalam ranah lebih luas lagi ketika sekelompok muslim membubarkan kajian keislaman yang diisi oleh muslim juga.

Rasulullah memberikan sebuah tuladha. Setibanya di Madinah, Rasulullah SAW. langsung mengikat kalangan Muhajirin dan Anshar dengan tali persaudaraan yang teguh. Beliau menjadikan mereka saling bersaudara di bawah nilai-nilai kebenaran dan kesetaraan.

Rasulullah SAW.-lah yang telah mempersaudarakan Ja’far bin Abi Thalib ra. dengan Mu’adz bin Jabal ra. Hamzah bin Abdul Muthallib ra. dengan Zaid bin Haritsah ra.; Abu Bakar Ash-Shiddiq ra. dengan Kharijah ibn Zuhair ra.; Umar bin Kbaththab ra. dengan Utban bin Malik ra.; Abdurrahman bin Auf ra. dengan Sa’d bin Rabi’ ra.; dan seterusnya.

Lihat juga  BEM-SI: Tindakan represif aparat yang berlebihan cermin ketidakadilan hukum

Rasulullah SAW. lalu mengikat tali persaudaraan itu antara semua sahabat beliau secara umum, seperti yang akan kita lihat nanti.

Bukan sebatas persaudaraan secara spiritual, Rasulullah bahkan mengikat tali persaudaraan antarsemua umat lslam kala itu hingga mencapai ranah material. Ketetapan persaudaraan yang diikat Rasulullah SAW. ini terus ditetapkan sebagai yang lebih utama daripada hubungan persaudaraan sedarah (termasuk dalam hak waris), akhirnya hukum itu di-naskh ketika pecah Perang Badar Kubra. Tepatnya, ketika turun ayat Al-Qur’an yang menyatakan, “Dan orang-orang yang beriman sesudah itu, kemudian berhijrah dan berjihad bersamamu, maka orang-orang itu termasuk golonganmu (juga). Orang-orang yang mempunyai hubungan itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang kerabat) di dalam kitab Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu,” (QS Al-Anfal [8]: 75).

Lihat juga  Luhut Persilakan Jika Anies Mau Batalkan Reklamasi, Tapi Ingatkan Ini

Ayat inilah yang me-nasakh semua ketetapan hukum yang pernah berlaku sebelumnya. Dan, hukum waris antara para sahabat yang dijadikan saudara oleh Rasulullah SAW. pun dianggap tidak berlaku lagi. Sejak saat itu, semua hukum waris kembali berdasarkan nasab dan hubungan darah, sedangkan semua umat Islam tetap dinyatakan sebagai saudara.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dari lbnu Abbas ra., “Ketika orang-orang Muhajirin baru tiba di Madinah, tiap-tiap mereka berhak mewarisi harta peninggalan saudaranya dari kalangan Anshar dengan mengenyampingkan hubungan darah sebagaimanya ditetapkan Rasulullah SAW. Tapi, ketika turun ayat Al-Qur’an yang berbunyi: ”Bagi tiap-tiap harta peninggalan dari harta yang dia meninggalkan ibu bapak dan karib kerabat, Kami jadikan pewaris-pewarisnya…” (QS. An-Nisa [4]: 33), dilanjutkan dengan firman Allah, ”Dan orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka, maka berilah kepada mereka bagiannya…,” ‘(QS An-Nisa‘ [4]: 33).

Lihat juga  Dengar Azan Saat Melintas Depan Masjid, Pria Non Muslim Bikin Orang Tercengang, Ini yang Dilakukan

Yang dimaksud dengan ”bersumpah” adalah bersumpah untuk menolong, melindungi, dan menasihati. Maka, sejak saat itu hukum warisan berdasarkan persaudaraan yang pernah ditetapkan Rasulullah SAW, dihapus, dan hubungan darah kembali digunakan bagi sesama muslim.

Setiap kali kita atau siapapun yang sedang sengketa dengan saudara, kita telah memiliki “cermin ajaib” yang begitu jernih dicontohkan oleh Rasulullah SAW. [Paramuda/BersamaDakwah]

Sumber: BersamaDakwah
Cermin Ajaib Saat Memboikot Saudara Seiman

Incoming search terms:

  • felix di tangkap saat kajian tindakan