Home / News / Apa Benar ? “Bekerja untuk Duniamu Seakan-Akan Hidup Selamanya” merupakan Hadits Nabi?

Apa Benar ? “Bekerja untuk Duniamu Seakan-Akan Hidup Selamanya” merupakan Hadits Nabi?

Up-News – Apa Benar ? “Bekerja untuk Duniamu Seakan-Akan Hidup Selamanya” merupakan Hadits Nabi?

Baca Juga 





  Yes  Muslim  – bekerjalah buat duniamu seakan – akan engkau hidup selamanya. beramallah buat akhiratmu seakan – akan engkau hendak mati esok. ”

begini ungkapan dalam bahasa arabnya:
اعمل لدنياك كأنك تعيش أبداً ، واعمل لآخرتك كأنك تموت غداً

“i’mal lidunyaaka ka – annaka ta’isyu abadan, wa’mal li – aakhiratika ka – annaka tamuutu ghadan. ”

ungkapan di atas yang pas tidaklah hadits dari nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

syaikh al – albani rahimahullah dalam silsilah al – ahadits adh – dha’ifah mengatakan, hadits tersebut bahwa diucap dari nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah benar meski hadits tersebut sudah kerap diucapkan oleh mayoritas orang.

dalam fatwa al – lajnah ad – daimah (komisi fatwa kerajaan saudi arabia) jilid kedua pula disebutkan kalau perkataan tersebut tidak pas dikatakan dari nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

apa benar ungkapan tersebut?
bahwa kalimat kedua, jelas benarnya. beramallah buat akhiratmu seakan – akan engkau hendak mati esok.

penjaga website fatawa al – islam sual wa jawab, syaikh muhammad shalih al – munajjid hafizhahullah mengatakan kalau arti kalimat kedua tersebut benar.

kalimat tersebut memotivasi kita supaya mencermati amalan buat akhirat kita. hendaklah kita mempersiapkan diri buat akhirat kita. perintah serupa ini jelas sangat – sangat dituntut. terlebih lagi dalil dari al – qur’an dan juga as – sunnah banyak sekali yang mendukungnya.

Lihat juga  Pengungsi Muslim Rohingya di Bangladesh Capai 820000, Myanmar: Mereka Imigran Gelap

ada juga kalimat penggalan kesatu, bekerjalah di dunia seakan – akan engkau hidup selamanya, dari satu sisi ungkapan ini benar, dari sisi lain tidak benar.

arti yang benar, bila dimengerti kalau butuh mengambil karena, butuh usaha pula dalam mencari rezeki dan juga sungguh – sungguh dalam mengais rezeki di wajah bumi dengan tetap mengharap ridha allah.

ataupun dapat pula arti yang benar merupakan kita diperintahkan buat tidak cepat – cepat (tergesa – gesa) mencari dunia, beda dengan amalan buat akhirat. hendaklah bersabar dalam mencari dunia.

dunia yang tidak didapat hari ini, carilah esok. arti serupa ini beda dengan yang dimengerti mayoritas orang yang menyangka kalau dunia hendaklah antusias buat dicari, sampai kurang ingat akhirat.

sampai – sampai arti yang galat dari ungkapan di atas merupakan bila mengajak mati – matian dalam mencari dunia.

yang pas dunia benar kita cari, tetapi bukan jadi tujuan. dunia cumalah fasilitas buat akhirat kita. karna di dunialah tempat kita beramal shalih, tetapi bukan hidup selamanya.

akhirat dikejar, dunia dapat ditunda
ulama besar kerajaan saudi arabia di masa silam dan juga ahli fikih pada abad ke – 20, syaikh muhammad bin shalih al – ‘utsaimin rahimahullah mengatakan,

perkataan …
اعمل لدنياك كأنك تعيش أبداً ، واعمل لآخرتك كأنك تموت غداً

Lihat juga  Deklarasi Balfour, Cara Inggris Rebut Tanah Palestina untuk Yahudi

“i’mal lidunyaaka ka – annaka ta’isyu abadan, wa’mal li – aakhiratika ka – annaka tamuutu ghadan. ” [bekerjalah buat duniamu seakan – akan engkau hidup selamanya. beramallah buat akhiratmu seakan – akan engkau hendak mati besok].

ungkapan di atas tercantum hadits palsu (hadits maudhu’).

maknanya juga tidak serupa dimengerti mayoritas orang. banyak yang mengerti iktikad ungkapan tersebut merupakan sebaiknya kita mati – matian dalam mengejar dunia, akhirat kesimpulannya terlupakan.

terlebih lagi arti yang pas merupakan kebalikannya. hendaklah kita antusias dalam mencapai akhirat dan juga tidak butuh tergesa – gesa dalam mengejar dunia.

ungkapan “bekerjalah buat duniamu seakan – akan engkau hidup selamanya”, artinya merupakan apa yang tidak tuntas hari ini dari urusan dunia, selesaikanlah esok. yang tidak dapat tuntas esok, selesaikanlah besoknya lagi. bila luput hari ini, masih terdapat harapan buat esok.

ada juga buat urusan akhirat, hingga beramallah buat urusan akhiratmu seakan – akan engkau hendak mati esok. artinya kita diperintahkan buat lekas melaksanakan amalan shalih, jangan menunda – nundanya. anggap kita tidak dapat lagi berjumpa lagi dengan besok hari. terlebih lagi kita katakan, dapat jadi kita mati saat sebelum besok datang. karna siapa juga kita tidak mengenali kapan maut mendatangi.

ibnu ‘umar radhiyallahu ‘anhuma sempat melaporkan,
إذا أصبحت فلا تنتظر المساء ، وإذا أمسيت فلا تنتظر الصباح ، وخذ من صحتك لمرضك ، ومن حياتك لموتك

Lihat juga  Delegasi Hamas Menuju Mesir Untuk Pembicaraan Rekonsiliasi

“jika engkau berposisi di pagi hari, jangan tunggu hingga petang hari. bila engkau berposisi di petang hari, jangan tunggu hingga pagi. manfaatkanlah waktu sehatmu saat sebelum tiba sakitmu. manfaatkanlah waktu hidup kamu saat sebelum tiba matimu. ” (hr. bukhari)

seperti itu arti ungkapan yang masyhur di atas.

tetapi sekali lagi, akhirnya, ungkapan tersebut salah alamat bila ditumpukan pada rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. kemudian maknanya juga bukan serupa dimengerti mayoritas orang buat terus mengejar dunia sampai kurang antusias mencapai akhirat.

terlebih lagi arti yang pas, hendaklah antusias bersegera dalam melaksanakan amalan akhirat, jangan hingga menunda – nunda.

ada juga urusan dunia, terdapat kelapangan dalam menggapainya. bahwa tidak dapat mencapai hari ini, masih terdapat harapan buat besok hari.

[fatawa nur ‘ala ad – darb • fatawa musthalah al – hadits, syarh al – hadits wa al – hukmu ‘alaiha]

antusias dalam bekerja di dunia tidak permasalahan, tetapi jangan hingga kurang ingat akhirat yang jadi tujuan utama dan juga senantiasa menempuh trik yang halal.

( sumber: rumaysho. com )



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News
republished by Yes Muslim –  Portal Muslim Terupdate ! 


Sumber: YES MUSLIM – Portal Muslim Terupdate !
Apa Benar ? “Bekerja untuk Duniamu Seakan-Akan Hidup Selamanya” merupakan Hadits Nabi?