Home / News / Wakil Ketua Umum DPP Perhimpunan Al-Irsyad: Program Restrukturisasi Pendidikan dengan Program SASSA Berorientasi Kembalikan Ruh Mabadi Al-Irsyad dan Bahasa Arab ke Dalam Sekolah-Sekolah  Al-Irsyad

Wakil Ketua Umum DPP Perhimpunan Al-Irsyad: Program Restrukturisasi Pendidikan dengan Program SASSA Berorientasi Kembalikan Ruh Mabadi Al-Irsyad dan Bahasa Arab ke Dalam Sekolah-Sekolah  Al-Irsyad

Up-News – Wakil Ketua Umum DPP Perhimpunan Al-Irsyad: Program Restrukturisasi Pendidikan dengan Program SASSA Berorientasi Kembalikan Ruh Mabadi Al-Irsyad dan Bahasa Arab ke Dalam Sekolah-Sekolah  Al-Irsyad

JAKARTA (gemaislam) – DPP Perhimpunan Al-Irsyad bekerja sama dengan Pesantren Al-Irsyad Tengaran, STAI Ali Bin Abi Tholib dan STDI Imam Syafii serta beberapa lembaga lainnya membentuk sebuah tim yang bernama Sertifikasi Akreditasi Standarisasi Sekolah Al-Irsyad (SASSA).

Wakil Ketua Umum DPP Perhimpunan Al-Irsyad Ustadz Yusuf Utsman Baisa, Lc menyebutkan, program (SASSA) dimaksudkan agar sekolah -sekolah Al-Irsyad kembali sesuai dengan mabda’ nya yang disusun oleh founding father para pendiri Al-Irsyad yaitu Syaikh Ahmad Asyurkaty.

Lihat juga  TAMPARAN TELAK! Beda dengan Fadjroel, Refly Harun Siap Diberhentikan Komisaris BUMN Karena Kritis pada Pemerintah

“Program restrukturisasi pendidikan dengan program SASSA berorientasi kembalikan ruh Mabadi Al-Irsyad dan Bahasa Arab ke dalam sekolah-sekolah  Al-Irsyad.  Syeikh Ahmad Asyurkaty bersama murid dan rekan-rekannya membentuk sekolah Al-Irsyad dengan mabda yang jelas bahwa mereka mengusung dinul Islam, mengusung tauhid yang sesuai dengan Al Qur’an dan Al Hadits yang sesuai dengan pemahaman salafus sholih dan mereka memahami bahasa arab sehingga lulusan dari sekolah sekolah Al -Irsyad adalah anak-anak yang pandai Al Qur’annya, pandai keIslamannya,” tutur Yusuf kepada gemaislam, di Media Center Perhimpunan Al-Irsyad, Jalan Kramat Raya, Senin (23/10).

Lihat juga  Wakil Perdana Menteri Turki Kunjungi Pondok Yatim PKPU Human Initiative

Namun disayangan, Yusuf mengatakan kejayaan itu berakhir di tahun 1942 pada saat Jepang menjajah Indonesia Syaikh Ahmad Asyurkaty menghentikan kegiatan Al-Irsyad. Kemudian di tahun 1950 dumulai kembali dengan perubahan kurikulum mabda yang disesuaikan dengan kondisi objektif pada saat itu.

“Dari kesadaran itulah sekolah Al-Irsyad yang sekarang ini punya ciri khas keunggulan yang akan kita tampilkan kedepan khalayak agar kita bisa menawarkan sesuatu yang tidak ada disekolah lain. Teknisnya adalah dengan membina para kepala sekiolah tenaga pendidik dan standarisasi sekolah Al-Irsyad,” ungkap mantan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Irsyad Tengaran itu. (MCA-IR)

Sumber: Gema Islam
Wakil Ketua Umum DPP Perhimpunan Al-Irsyad: Program Restrukturisasi Pendidikan dengan Program SASSA Berorientasi Kembalikan Ruh Mabadi Al-Irsyad dan Bahasa Arab ke Dalam Sekolah-Sekolah  Al-Irsyad