Home / News / Viral Gathering Miras, Ini Sepak Terjang Bos J&T

Viral Gathering Miras, Ini Sepak Terjang Bos J&T

Up-News – Viral Gathering Miras, Ini Sepak Terjang Bos J&T

Gathering dan Gala Diner perusahaan ekspedisi J&T ramai diprotes keras netizen. Pasalnya, panitia menyediakan minuman keras di setiap meja, meski banyak pengusaha Muslim di acara tersebut.

Miras bukan hanya dilarang oleh Islam, tetapi juga bertentangan dengan norma yang dianut bangsa Indonesia serta berdampak buruk bagi kesehatan dan memicu hadirnya perseteruan.

Sehari setelah gathering yang berisi iming-iming bonus dan penghasilan berlipat tersebut, banyak pengusaha Muslim yang memutuskan berhenti menggunakan J&T.

Lihat juga  Hina Nabi Muhammad di Facebook, Orang Ini Akhirnya Tercyduck

Mereka berpendapat, tindakan J*T tersebu tidak tepat dan blunder serta berdampak buruk bagi dunia usaha.

Lalu, siapakah di balik J&T? Apa yang sudah dia lakukan? Apa obsesi terbesarnya? Berapa dana yang digelontorkan hingga hanya dalam dua tahun perusahaan ini berkembang pesat?

Namanya Jet Lee. Mulanya, ia menjabat sebagai CEO Oppo Indonesia. Lelaki ini memutuskan membangun bisnis ekspedisi yang menjangkau wilayah-wilayah kecil di Indonesia.

Untuk memenuhi obsesisanya, ia mengaku menggelontorkan ratusan milyar rupiah.

Lihat juga  [Video] Banser Kemana Saat Adzan Dicampur Lagu Gereja di Acara Yang Dihadiri Jokowi dan Menteri Agama?

“Mereka merogoh saku cukup dalam untuk mendirikan perusahaan ini, yakni 400 miliar.” lansir Liputan6.

Meski pihak J&T  telah meminta maaf atas tragedi gathering yang sediakan miras untuk setiap meja, hingga kini gelombang protes kian deras.

Pengusaha Muslim tegas meyatakan sikapnya untuk ‘menceraikan’ J&T. [Mbah Pirman/Tarbawia] DVD MURATTAL

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the “Biographical Info” field in the user admin panel.

Sumber: Muslimina
Viral Gathering Miras, Ini Sepak Terjang Bos J&T

Lihat juga  Ogah Kunjungi Muslim Rohingya di Rakhine, Aung Suu Kyi Hanya Utus Penasihatnya Saja