Home / News / Syaikh Tamim: Qatar Semakin Kuat Pasca Pemboikotan

Syaikh Tamim: Qatar Semakin Kuat Pasca Pemboikotan

Up-News – Syaikh Tamim: Qatar Semakin Kuat Pasca Pemboikotan
Emir Qatar saat diwawancarai jurnalis CBS Amerika. (Aljazeera.net)

dakwatuna.com – Doha. Emir Negara Qatar, Syaikh Tamim bin Hamad Al Tsani, menyebut negaranya semakin kuat sejak pemberlakuan boikot pada 05 Juni lalu. Namun, ia juga khawatir terhadap kekacauan yang timbul jika sampai terjadi operasi militer.

Dilansir Aljazeera.net, Senin (30/10/2017), hal itu disampaikannya saat wawancara ekslusif dengan CBS Amerika. Syaikh Tamim mengatakan, “Kami merasa bangga dengan keberadaan kami. Kami bangga dengan sejarah kami. Namun kami merasa lebih kuat sejak 05 Juni.”

Dalam perbincangan itu, Emir kembali menegaskan penolakan terhadap segala bentuk intervensi yang menyentuh kehormatan dan kedaulatan negaranya. “Cukup sederhana, itu adalah bentuk untuk melucuti kemerdekaan kami,” tambahnya menanggapi tuntutan negara-negara pemboikot.

Lihat juga  Alhamdulillah Pasca Penolakan Bachtiar Nasir, NU-FPI di Cirebon Sepakat Damai

Emir juga menuding negara-negara pemboikot berupaya mengubah sistem di Qatar. “Sangat jelas. Mereka telah mengupayakan hal itu sejak sebelum tahun 1996, setelah ayahku menjadi Emir di negeri ini. Mereka juga mengupayakan hal yang sama, dan itu sangat jelas, pada beberapa pekan terakhir,” jelasnya.

Lebih lanjut, Emir Qatar menyebut negara pemboikot menentang pemberian hak berekspresi yang ada di Qatar. “Mereka (pemboikot, red) takut akan kebebesan bereskpresi dan menganggapnya sebagai sebuah ancaman,” lanjutnya.

Lihat juga  Ekspor Turki ke Qatar meningkat 29 persen

Terkait Aljazeera Network, Emir menegaskan dirinya tidak akan pernah menutupnya. Itu dilakukan karena Aljazeera berperan penting dalam hal kebebasan berekspresi di kawasan Teluk.

Emir Qatar juga menyebut, pemboikotan sangat mengejutkan bagi rakyatnya secara umum. “Karena pada beberapa pekan lalu, kami berkumpul dalam satu ruangan dengan Presiden AS, Donald Trump. Kami membicarakan perihal terorisme dan pendanaannya. Tak satupun dari mereka menyatakan kekhawatiran atau mengatakan sesuatu pada kami,” imbuhnya. (whc/dakwatuna)

Sumber: Aljazeera

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:

Loading…
William Ciputra

William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma’had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok. Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma’had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat juga  Kader PSI yang Sebar Meme Setya Novanto Baru Ditangkap Sudah Dilepas Polisi

Sumber: dakwatuna.com
Syaikh Tamim: Qatar Semakin Kuat Pasca Pemboikotan