Home / News / Soal HTI, Prof. Salim Said: Apakah Kita Mau Kembali ke Masa Orde Baru

Soal HTI, Prof. Salim Said: Apakah Kita Mau Kembali ke Masa Orde Baru

Up-News – Soal HTI, Prof. Salim Said: Apakah Kita Mau Kembali ke Masa Orde Baru

Prof. Salim Said
BANGKITPOS.COM, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) tentang Ormas 2/2017 telah diumumkan Pemerintah  pada Rabu, 12 Juli 2017. Pengumuman Perppu tersebut dilakukan melalui Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto.

Seminggu kemudian pada Rabu 19 Juli 2017, Menteri Hukum dan HAM mencabut status badan hukum ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Pengumuman pencabutan status badan hukum HTI tersebut dibacakan oleh Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), Freddy Harris di Kantor Dirjen Imigrasi di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta.

Baca juga: Perppu Ormas Mendapat Penolakan dari Banyak Tokoh
Opini yang berkembang di tengah masyarakat alasan pencabutan status badan hukum HTI adalah karena dianggap anti Pancasila. Pengamat Politik dan Militer, Prof. Salim Said menyampaikan bahwa yang harus melakukan pembubaran adalah pengadilan.
“Kalau HTI mau dibubarkan karena dianggap anti Pancasila, yang harus melakukannya harus pengadilan, bukan pemerintah,” ujarnya dalam sebuah keterangan tertulis yang diterima BANGKIT POS (20/10/2017)
Lihat juga  MUI Beberkan Dampak Negatif Putusan MK Soal Aliran Kepercayaan

Lebih jauh lagi Salim mengingatkan agar persoalan ini jangan sampai membuat kembalinya masa Orde Baru, karena Pemerintah menjadi penafsir tunggal Pancasila.

“Apakah kita mau kembali ke masa Orde Baru dengan membiarkan pemerintah berperan sebagai penafsir tunggal Pancasila?” pungkasnya. [lsh]

Sumber: Bangkit Pos
Soal HTI, Prof. Salim Said: Apakah Kita Mau Kembali ke Masa Orde Baru