Home / News / Sidang Paripurna Perppu Ormas, Bukti Agama Dijadikan Stempel Represifitas !

Sidang Paripurna Perppu Ormas, Bukti Agama Dijadikan Stempel Represifitas !

Up-News – Sidang Paripurna Perppu Ormas, Bukti Agama Dijadikan Stempel Represifitas !

 
Spesial Redkasi| Mediaoposisi.com- Statemen presiden Jokowi untuk melarang agama dicampur ke politik nampaknya tidak digubris oleh anggota dewan perwakilan rakyar (DPR).
 
Tidak tanggung tanggung,partai pendukung pemerintahan rezim yang dinilai represif oleh berbagai kalangan setelah menerbuitkan Perppu Ormas tersebut membawa agama dala sidang paripurna Perppu Ormas.
 
Dalam sidang yang dilaksanakan hari Selasa (24/10) untuk membahas pengesahan Perppu Ormas menjadi UU Ormas berlangsung panas dan tidak kondusif akibat ulah FPDIP. FPDIP dalam sidang tersebut membuat gaduh dengan bersiul mengejek, berteriak teriak dan mengumpat ketika Fraksi lain berpendapat terkait Perppu Ormas, fraksi yang menjadi korban adalah F-PAN,F-PKS dan F-Gerindra yang dengan lantang menolak Perppu Ormas.
 
F-PDIP yang di dalamnya terdapat anak PKI serta merupakan partai yang terkenal korup penuh masalah, dengan jelas menyebut nama Allah ketika menyetujui Perppu
Ormas. “Bismillah dengan menyebut nama Allah kami menyetujui Perppu Ormas” ujar perwakilan FPDIP ketika menyatakan sikapnya.
 
Hal serupa dilakukan oleh partai lain yang tidak kalah kontroversial, seperti NasDem yang salah satu anggota fraksinya yaitu Viktor Laiskodat tak kunjung ditangkap oleh kepolisian. Viktor sendiri dilaporkan oleh PAN,PKS dan Gerindra melakukan Hate Speech dengan menyebut khilafah mengancam kebhinekaan serta mengajak masyrakat untuk membunuh partai penolak Perppu Ormas. Sama dengan PDIP, Nasdem turut menyebut nama Allah ketika menyetujui Perppu yang telah digunakan untuk membubarkan ormas Islam HTI tersebut.
 
Golkar, yang merupakan tempat bernaungnya Setya Novanto yang terkenal sulit ditangkap pun menyatakan hal serupa, membawa Alllah dalam dukungan pengesahan Perppu Ormas. PPP, partai berlambang ka’bah pendukung Ahok sang penista agama Islam sekaligus pendukung pemerintahan Jokowi turut menyatakan hal serupa dengan fraksi lain. Hanura dan Demokrat pun senada.
Perppu Ormas dinilai banyak kalangan sebagai kebijakan yang tidak bajik karena mengancam dakwah Islam.
Dikutip dari kiblat,net, Pimpinan Gerakan Mahasiswa Pembebasan (GEMA Pembebasan) Hanif Ahmad A, berpendapat bahwa dibentuknya Perppu nomer 2 tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) menimbulkan kegaduhan dan kegerahan di tengah-tengah rakyat Indonesia terkhusus umat Islam itu sendiri.
 
Menurutnya, diterbitkannya Perppu tentang ormas tersebut merupakan bentuk kesewenang-wenangan pemerintah kepada ormas Islam. Serta menggambarkan bahwa rezim saat ini adalah rezim represif yang anti dengan umat Islam.
 
“Ini adalah penggambaran bahwasanya rezim Jokowi-JK adalah rezim represif dan rezim anti-Islam karena sasaran ini ditujukan kepada dakwah Islam, kriminalisasi ulama dan ormas Islam,” ujarnya kepada Kiblat.net di depan gerbang bagian Selatan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (18/07).
 
Dari kalangan ahli hukum, Ketua Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI) mengamini pernyataan Hanif dan mengecam keras penerbitan perppu ormas.
“Dengan disahkannya Perppu menjadi UU, maka pemerintah akan memiliki legitimasi untuk memukul ormas yang bersebereangan dengan pemerintaj, Isu yang akan terus digulirkan adalah radikalisme dan anti pancasila” ujar Chandra, Rabu (25/10).
 
Jangan bawa agama dalam politik yang mengancam kedudukan anda,bukan ? Mr President ? [MO]
 
sumber : contributor MO, dan berbagai sumber
 
 

Sumber: Media Oposisi
Sidang Paripurna Perppu Ormas, Bukti Agama Dijadikan Stempel Represifitas !

Lihat juga  Tak Ambil Fakta Persidangan, PH Buni Yani akan Ajukan Banding