Home / News / Setelah Hasil Pemilu, Akankah Islam Dilarang Di Ceko?

Setelah Hasil Pemilu, Akankah Islam Dilarang Di Ceko?

Up-News – Setelah Hasil Pemilu, Akankah Islam Dilarang Di Ceko?

PRAHA, muslimdaily.net – Meraih hasil bagus dalam pemilihan di Republik Ceko, sebuah partai sayap kanan yang pemimpinnya menyerukan agar melarang Islam, membawa kabar buruk bagi minoritas agama Islam di negara tersebut.

“Kami ingin menghentikan islamisasi Republik Ceko, kami mendorong untuk tidak mentoleransi migrasi, ” kata Tomio Okamura, pemimpin Freedom and Direct Democracy Party (SPD), kepada wartawan setelah hasil pemilihan diumumkan, Newsweek melaporkan pada hari Selasa 24 Oktober, demikian lansir aboutislam.net.

Lihat juga  Mobile Masjid Hadir di Acara Kajian Shift Dadakan Pemuda Hijrah

SPD berada di urutan kedua dibawah partai ANO yang dipimpin miliarder media, Andrej Babis, yang mencapai 29.6 % suara. Tiga partai lainnya saling menempel di tempat kedua dengan selisih tidak besar, termasuk SPD.

Meski nampaknya Babis tidak akan membentuk pemerintahan koalisi dengan SPD pimpinan Okamura, namun banyak kritikus mengatakan bahwa retorika Islamphobia yang digemborkan SPD telah mendorong ANO untuk mengambil sikap lebih keras terhadap imigran dan pengungsi.

“Retorika SPD memang mempengaruhi ANO, atau lebih tepatnya ANO telah memanfaatkan ketakutan yang sama dengan yang dimiliki partai Okamura, yaitu ketakutan akan hal yang tidak diketahui,” kata Zselyke Csaky, seorang peneliti senior di Freedom House.

Lihat juga  Bukan Islam, Ini Sebab Ekstremisme di Afrika Menurut Studi PBB

“Eropa Tengah memiliki sedikit pengalaman dengan imigrasi, dan serangan teror baru-baru ini di Eropa Barat dapat dengan mudah digunakan oleh politisi untuk menghilangkan perasaan negatif. ANO tidak sendirian dalam memahami masalah tersebut dengan sangat sinis dan melihatnya sebagai kesempatan untuk meningkatkan dukungan bagi partai tersebut. ”

Dibandingkan dengan Trump, Babis telah berjanji untuk mengurangi imigrasi dan menjalankan negaranya seperti sebuah bisnis. Pengusaha tersebut telah menyarankan agar orang Ceko berhenti makan kebab dan mulai berjalan dengan babi di luar masjid. Dia juga menyebut Islam “sebuah ideologi” dan bukan agama.

Lihat juga  Sah Perppu Ormas Selamat Datang Kedzaliman Rezim Anti Islam !

Meskipun Ceko hanya memiliki 11.000 Muslim, kurang dari 0,1 persen populasi, Dr. Jan Čulík, seorang dosen studi Ceko di University of Glasgow, melihat bahwa penduduk Ceko rentan terhadap pesan xenofobia atau alergi terhadap orang asing.

Sumber: Muslimdaily.net
Setelah Hasil Pemilu, Akankah Islam Dilarang Di Ceko?