Home / News / Sehat dengan Minum Urin Sapi Perawan ! dalam Islam Hukum nya ?

Sehat dengan Minum Urin Sapi Perawan ! dalam Islam Hukum nya ?

Up-News – Sehat dengan Minum Urin Sapi Perawan ! dalam Islam Hukum nya ?

Baca Juga 



Bagi masyarakat India, yang dominan memeluk agama Hindu, sapi adalah makhluk suci. Karenanya, tidak heran bila sekelompok masyarakat India percaya bahwa urin sapi segar, terutama sapi perawan, bisa menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk kanker sekalipun. 
Ritual meminum urin sapi setiap pagi ini masih berlangsung di Agra, kota di mana Taj Mahal berlokasi. Dilansir Daily Mail, setiap harinya, di peternakan sapi milik DD Singhal, orang-orang berkerumun dan mengantri untuk meminum segelas urin sapi segar, langsung dari sumbernya. 
Salah satu warga yang percaya akan keampuhan urin sapi tersebut adalah Jairam Singhal, 42. Dia telah mengonsumsi urin sapi segar selama lebih dari 10 tahun dan tidak pernah punya keluhan kesehatan.
“10 tahun lalu, saya didiagnosa menderita diabetes, namun setelah saya meminum urin sapi perawan secara teratur, kondisi kesehatan saya selalu prima,” katanya kepada Daily Mail.
Keampuhan urin sapi segar tersebut ternyata tidak hanya diyakini Jairam, pasalnya setiap harinya, kerumunan yang datang ke peternakan semakin banyak. “Kami berkumpul setiap pagi untuk meminum urin sapi yang merupakan anugerah Dewa untuk kami,” kata Jairam, yang menambahkan banyak juga penderita penyakit parah seperti kanker yang datang untuk mencoba. 
Jairam mengungkapkan banyak di antara para peminum urin segar yang kemudian merasakan perubahan drastis pada kondisi kesehatan mereka. “Banyak yang mengatakan bahwa kanker mereka hilang, diabetes menjadi normal, begitu pula dengan pengidap tumor, TBC, dan penyakit pencernaan yang mengakui khasiat urin sapi,” ujarnya. 
Malah, ada salah satu pelanggan DD Singhal yang menyatakan bahwa urin sapi bisa menyembuhkan kebotakan.

Mengenai kepercayaan warga India terhadap urin sapi tersebut, seorang Pendeta Hindu Ramesh Gupta mengatakan, masyarakat India hanya mempercayai dua hal yang sangat murni di dunia. “Yang pertama adalah air dari Sungai Gangga dan yang kedua adalah urin dari sapi betina,” katanya. 
Lebih lanjut Ramesh menambahkan bahwa urin sapi kerap disebut di kitab Hindu kuno. “Tidak ada yang meragukan manfaat baik urin sapi betina bagi kesehatan manusia. Hal itu adalah berkat dari para Dewa,” ucapnya. 
Tapi tentu saja bukan sembarang urin sapi. Ramesh mengungkapkan urin termurni dan yang mengandung manfaat kesehatan adalah yang berasal dari sapi perawan dan harus diminum sesaat sebelum fajar.  (eh)

Jairam Singhal Kontrol Diabetes dengan Terapi Urine Sapi

Jairam Singhal merupakan diabetesi (penderita diabetes). Tapi, ia mencoba pengobatan yang berbeda dari kebanyakan orang. Pria berusia 42 tahun itu memilih meminum urine sapi untuk pengobatan penyakitnya.
Setiap pagi selama 10 tahun terakhir, Singhal menenggak segelas urine sapi segar dari sapi perawan dari sebuah ternak dekat rumahnya di Agra, India. Memang pengobatan yang dijalaninya terdengar menjijikkan, tapi Singhal bersumpah terapi urine sapi itu berhasil mengontrol gula darahnya.
“Saya menderita diabetes, tapi sejak saya mulai minum urine sapi, diabetes saya di bawah kontrol,” kata Singhal menurut Mirror, Selasa (14/1/2014).
Singhal mengatakan, ia mendapat `resep` urine sapi tersebut dari seseorang yang menyebutkan urine sapi baik untuk kesehatan. Sebagai seorang Hindu, Singhal juga meyakini bahwa sapi adalah hewan yang suci.
Menurut Singhal, dulu memang banyak orang yang tak tertarik dengan terapi urine sapi ini. Tapi, kini semakin banyak orang yang mencoba minum urine sapi selain dirinya.
“Banyak orang datang ke sini. Dan akhir-akhir ini jumlahnya meningkat. Kita semua berkumpul di pagi hari dan minum urine sapi segar dari induk sapi,” ujar Singhal.
“Hanya beberapa tahun yang lalu, hampir tak ada siapapun yang tertarik mengambil urine sapi dari tempat tinggal kami. Tapi hari ini banyak orang yang datang ke peternakan sapi kami. Ada pasien kanker, mereka melihat manfaat dari urine sapi,” ujarnya.
Singhal berharap, manfaat urine sapi ini bisa terkandung di obat tetes mata, sabun, pasta gigi, dan obat sakit perut.
Pemimpin umat Hindu Ramesh Gupta menekankan bahwa tidak semua kencing sapi itu suci. “Urine sapi yang kita minum harus perawan. Dia tak boleh memiliki anak. Juga, urine harus diambil sebelum matahari terbit. Urine memiliki efek terbaik,” katanya.
Terapi Urine Belum Ada Bukti
Terapi urine telah dipraktikkan sejak Romawi Kuno yakni memutihkan gigi dengan menggunakan kencing. Minum urine relatif aman, tapi belum ada bukti bahwa urine bisa bekerja untuk penyakit seperti diabetes dan kanker.
Pada 2008, American Cancer Society menyebutkan bukti ilmiah tak mendukung klaim bahwa urine atau urea membantu pasien kanker.

Pada 2010, di reality show The Price Of Beauty Jessica Simpson mengatakan ada manfaat lain dari urine sapi. “Di Mumbai, kita minum urine sapi karena mendetoksifikasi Anda dan itu baik untuk kulit Anda,” kata Simpson.

Hukum Berobat dengan Minum Air Kencing


Minum Air Kencing Hewan yang Halal Dimakan
Air kencing hewan yang halal dimakan, seperti unta, kambing atau sapi dihukumi suci. Dan jikalu dikonsumsi air seni (air kencing) tersebut dihukumi halal. Buktinya adalah hadits ‘Urayinin beriktum
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَدِمَ أُنَاسٌ مِنْ عُكْلٍ أَوْ عُرَيْنَةَ فَاجْتَوَوْا الْمَدِينَةَ فَأَمَرَهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِلِقَاحٍ وَأَنْ يَشْرَبُوا مِنْ أَبْوَالِهَا وَأَلْبَانِهَا فَانْطَلَقُوا فَلَمَّا صَحُّوا قَتَلُوا رَاعِيَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاسْتَاقُوا النَّعَمَ فَجَاءَ الْخَبَرُ فِي أَوَّلِ النَّهَارِ فَبَعَثَ فِي آثَارِهِمْ فَلَمَّا ارْتَفَعَ النَّهَارُ جِيءَ بِهِمْ فَأَمَرَ فَقَطَعَ أَيْدِيَهُمْ وَأَرْجُلَهُمْ وَسُمِرَتْ أَعْيُنُهُمْ وَأُلْقُوا فِي الْحَرَّةِ يَسْتَسْقُونَ فَلَا يُسْقَوْنَ
Dari Anas bin Malik berkata, “Beberapa orang dari ‘Ukl atau ‘Urainah datang ke Madinah, namun mereka tidak tahan dengan iklim Madinah hingga mereka pun sakit. Beliau lalu memerintahkan mereka untuk mendatangi unta dan meminum air kencing dan susunya. Maka mereka pun berangkat menuju kandang unta (zakat), ketika telah sembuh, mereka membunuh pengembala unta Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan membawa unta-untanya. Kemudian berita itu pun sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelang siang. Maka beliau mengutus rombongan untuk mengikuti jejak mereka, ketika matahari telah tinggi, utusan beliau datang dengan membawa mereka. Beliau lalu memerintahkan agar mereka dihukum, maka tangan dan kaki mereka dipotong, mata mereka dicongkel, lalu mereka dibuang ke pada pasir yang panas. Mereka minta minum namun tidak diberi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadist di atas menunjukan bahwa air kencing unta tidak najis, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan ‘Urayinin yang terkena sakit untuk berobat dengan meminum air susu dan air kencing unta. Beliau tidak akan menyuruh untuk meminum sesuatu yang najis. Adapun air kencing hewan-hewan lain yang boleh dimakan juga tidak najis dengan mengqiyaskan (menganalogikan) pada air kencing unta. Inilah yang jadi pendapat Imam Malik, Imam Ahmad, sekelompok ulama salaf, sebagian ulama Syafi’iyah, Ibnu Khuzaimah, Ibnul Mundzir, Ibnu Hibban. Sedangkan Imam Syafi’i dan jumhur menyatakan najisnya kencing dan kotoran setiap hewan yang haram dimakan. Ibnu Hajar sendiri lebih cenderung pada pendapat yang menyatakan najis. Lihat Fathul Bari, 1: 338-339.
Yang lebih tepat, air kencing unta tidaklah najis, termasuk pula hewan yang halal dimakan lainnya. Sebagaimana kata Ibnul Mundzir,
أن الأشياء على الطهارة حتى تثبت النجاسة
Hukum asal segala sesuatu itu suci sampai ada dalil yang menyatakan najisnya.” (Fathul Bari, 1: 338).
Hadist di atas berlaku bagi semua unta dan semua orang, tidak dikhusukan bagi Urayinin saja, karena pada seperti dalam kaedah ushul fiqh disebutkan,
العِبرَة بِعُمُومِ اللَّفظِ لَا بِخُصُوصِ السَّبَبِ
“Teks-teks Al Qur’an dan Sunnah itu yang dipakai adalah keumuman lafadhnya, bukan kekhususan sebabnya.”
Ibnu Mundzir berkata,
وَمَن زَعَمَ أَنَّ هَذَا خَاص بِأولَئكِ الأَقوَام فَلم يُصِب ، إِذ الخَصَائِص لَا تَثبُت إِلّا بِدَلِيل
“Barang siapa yang mengatakan bahwa hadits ini khusus orang-orang tersebut, maka orang itu tidak benar, karena kekhususan itu tidak bisa ditetapkan kecuali dengan dalil. “ (Fathul Bari, 1: 338)



Terima Kasih sudah membaca, Jika artikel ini bermanfaat, Yuk bagikan ke orang terdekatmu. Sekaligus LIKE fanspage kami juga untuk mengetahui informasi menarik lainnya  @Tahukah.Anda.News
republished by Yes Muslim –  Portal Muslim Terupdate ! 


Sumber: YES MUSLIM – Portal Muslim Terupdate !
Sehat dengan Minum Urin Sapi Perawan ! dalam Islam Hukum nya ?
Lihat juga  Wakil Ketua Umum DPP Perhimpunan Al-Irsyad: Program Restrukturisasi Pendidikan dengan Program SASSA Berorientasi Kembalikan Ruh Mabadi Al-Irsyad dan Bahasa Arab ke Dalam Sekolah-Sekolah  Al-Irsyad