Home / News / Sebut Amerika Pedagang Perang, Korea Utara: Mereka Harus Dijinakkan dengan Api

Sebut Amerika Pedagang Perang, Korea Utara: Mereka Harus Dijinakkan dengan Api

Up-News – Sebut Amerika Pedagang Perang, Korea Utara: Mereka Harus Dijinakkan dengan Api

PYONGYANG—Jelang latihan gabungan militer Amerika dengan Korea Selatan, Senin (16/10/2017), Korea Utara meresponnya dengan menegaskan mampu membalasnya dengan serangan paling keras.

”Tindakan militer AS mengeraskan determinasi kami bahwa AS harus dijinakkan dengan api dan biarkan tangan kami semakin dekat ke pemicu untuk melakukan serangan balasan paling keras,” ujar Kim Kwang Hak, seorang peneliti di Institut Studi Amerika milik Kementerian Luar Negeri Korea Utara

Rezim Korea Utara sendiri menyebut Presiden AS Donald Trump, sebagai “pedagang perang dan pencekik perdamaian.”

Lihat juga  Pembangunan Infrastruktur Belum Pengaruhi Pendapatan Rakyat

“Kami sudah peringatkan beberapa kali bahwa kami akan melakukan serangan balik untuk bertahan, termasuk melakukan tembakan salvo menggunakan rudal ke perairan dekat Pulau Guam milik AS,” kata Kim.

Lewat media resmi Rodong Sinmun, seperti dipublikasikan Korean Central News Agency, pemerintah AS disebut menjual berbagai senjata canggih kepada Korea Selatan dan Jepang.

Media tersebut menyebut penjualan itu dilakukan untuk meningkatkan laba perusahaan senjata canggih AS, sambil menciptakan suasana sangat tegang (a hair trigger situation) di Semenanjung Korea.

Lihat juga  Bantah Jokowi, Sudirman Said Sebut Tahun 2012 Ada Pergub untuk Reklamasi

Pada 5 September lalu, sepekan setelah Pyongyang melakukan uji coba rudal balistik melewati Jepang, Trump mencuit di akun pribadinya @realdonaldtrump.

Dia mengatakan,”Saya izinkan Jepang dan Korea Selatan untuk membeli lebih banyak senjata canggih dan peralatan militer dari Amerika Serikat.”

Menurut catatan Stockholm International Peace Research Institute, Korea Selatan merupakan pembeli senjata terbesar nomor empat dari AS sejak 2011 – 2015.

Jepang dan Korea Selatan juga merupakan anggota dalam program F-35 Joint Strike Fighter, yang merupkan program pengembangan senjata termahal dalam sejarah dunia.

Lihat juga  Jleb! Kathy Indera Klarifikasi Soal Video Marah-marahnya, Begini Komentar Putra Ustaz Arifin Ilham

Korea Selatan bakal menggelar latihan perang dengan AS selama sepuluh hari mulai Senin besok. Sejumlah kapal induk dan kapal penghancur AS telah tiba di pelabuhan Busan, Korea Selatan.

Dalam sebuah wawancara dengan media, Trump mengatakan,”Kita punya banyak rudal yang bisa menjatuhkan rudal lawan di udara dengan akurasi 97 persen,” kata dia saat ditanya cara menaklukkan rudal Korea Utara. []

Sumber: Islampos
Sebut Amerika Pedagang Perang, Korea Utara: Mereka Harus Dijinakkan dengan Api