Home / News / Salam Bangga Dan Bahagia: Hidup Mahasiswa, Allahuakbar..!

Salam Bangga Dan Bahagia: Hidup Mahasiswa, Allahuakbar..!

Up-News – Salam Bangga Dan Bahagia: Hidup Mahasiswa, Allahuakbar..!


Mahasiswa

Oleh : Nasrudin Joha
Mediaoposisi.com- Kembali mahasiswa hadir menunjukan identitas dan jati dirinya sebagai pejuang keadilan, penyambung lidah rakyat, martir revolusi pembungkaman kedzaliman. Dalam momentum 3 (tiga) tahun kepemimpinan Jokowi, mahasiswa hadir mengepung istana. Selain menuntut keadilan, mahasiswa juga menyuarakan aspirasi kejengahan.
Mahasiswa mewakili aspirasi rakyat, menyampaikan kejengahan rakyat yang dipimpin rezim amatir, ringkih, tapi bertingkah ala diktator. Rezim yang telah secara nyata mengkhianati rakyat, melayani asing-aseng, justru mempertontonkan keangkuhan dan diktatorisme dibalik topeng wajah lugu.
Salut, Bahagia dan Bangga Kepada Mahasiswa Indonesia
Di tengah-tengah fitnah pergerakan, di saat sebagian kutil revolusi merapat ke istana, disaat sebagian kutu loncat berebut gizi dan imun kekuasaan, mayoritas mahasiswa tetap berdiri tegak mengabarkan posisi dan komitmennya untuk membela rakyat.
Dengan gagahnya, mahasiswa tetap berdiri tegak melewati lini waktu yang disekat sempadan aturan. Hingga tengah malam, mahasiswa tetap berdiri kokoh untuk mengajukan perlawanan, menunjukan ketidakikhlasan negeri ini dipimpin rezim dzalim dan khianat. Bahkan sebagiannya bertahan hingga pagi harinya.
Para harder kekuasaan, satpam kedzaliman meskipun menunjukan kegarangan, membawa ribuan pasukan dan senjata, peralatan, Water Canon, namun tidak satupun yang mampu menciutkan nyali mahasiswa.
Awal Revolusi Hijau Rintisan Mahasiwa
Rakyat semakin merasa bangga dah bahagia, karena gerakan yang digulirkan mahasiswa bukan sekedar kritik caci maki, revolusi rezim tanpa solusi, tetapi gerakan yang dipenuhi spirit Islami, dengan tuntutan penegakan keadilan.
Meski dalam kondisi genting, saat aksi mahasiswa justru membacakan akan suci Al Quran. Sholat tetap dijalankan. Ini adalah revolusi hijau yang santun, bukan revolusi merah ala marxis yang penuh amarah dan kebencian tanpa arah. Sebuah revolusi keadaban, bukan revolusi yang dipenuhi kebiadaban.
Mahasiswa telah mampu menggeser arus mainstream pergerakan yang didominasi ruh dan ideologi perjuangan Islam. Mahasiswa mulai dengan tegas dan tanpa basa basi, menelanjangi kedzaliman penguasa, dengan cara dan standar Islam.
Ini merupakan indikasi kebangkitan Islam, yang membuat takut para penguasa dzalim dan yang berada dibelakangnya, baik dari ideologi kapitalisme maupun sosialisme. Isu revolusi selama ini selalu dibajak dan dimainkan oleh ideologi kapitalisme sekuler dan sosialisme komunisme. 
Soekarno telah mengumumkan revolusi rakyat dengan Ruh sosialisme, kemudian ditumbangkan oleh orde baru yang kental dengan ruh kapitalisme. Orde baru akhirnya tumbang oleh gerakan reformasi, yang lebih didominasi kepentingan neo kapitalisme.
Seruan dan yel-yel takbir, pelaksanaan aktivitas sholat saat aksi, pembacaan Al Quran saat aksi, adalah petunjuk awal revolusi sedang berjalan mengarah ke revolusi hijau. Revolusi hijau adalah revolusi Islam, dimana akidah dan syariah Islam dijadikan standar sekaligus motivasi melakukan pergerakan.
Revolusi hijau adalah revolusi yang menuntut pergantian rezim sekaligus sistem. Revolusi yang menuntut para tiran dzalim yang bertengger di kursi kekuasaan agar turun atau diturunkan. Revolusi hijau menuntut sistem sekuler warisan kolonial Belanda, diganti dengan sistem Islam yang diturunkan Allah SWT melalui perantaraan Jibril AS. 
Seruan Kepada Mahasiswa Indonesia
Wahai mahasiswa, 
Anda adalah martir perubahan, martir revolusi, pelopor perubahan. Sulutlah, api semangat juang dan siramlah dengan amarah atas kedzaliman, kemudian bawalah obor revolusi ini untuk membakar semangat dan menggolakkan darah seluruh rakyat.
Wahai mahasiswa,
Anda bukanlah pecundang. Anda bukanlah aktor perubahan pesanan, Anda adalah aktor sekaligus sutradaranya. Anda tidak boleh menghentikan pertarungan, sebab Anda telah menetapkan target kemenangan rakyat sebagai tujuan akhir pergerakan.
Anda tidak boleh takut dengan ujaran dan ancaman dari herder-herder kekuasaan. Penjara adalah tempat Pertapaan dan penempaan. Anda harus membalik keadaan, penguasa dzalim dan para anteknya-Lah yang seharusnya takut terhadap Anda.
Wahai mahasiswa, 
barisan emak-emak, barisan eyang-eyang, barisan rakyat, telah siap berdiri, bergerak, melakukan penentangan bersama Anda. Anda tidak akan kehilangan sedikitpun, bahkan Anda telah memproklamirkan dan mewariskan legacy kewibawaan perjuangan.

Wahai mahasiswa, 
teruslah bergerak sampai rezim tiran ini tunduk, taat, dan patuh kepada Allah SWT. Sampai rezim ini benar-benar berkhidmat kepada rakyat. Sampai rezim ini tunduk kepada tuntutan Anda, atau rezim terkubur bersama Anda, sementara rakyat menuai kemenangan setelahnya.

Wahai mahasiswa, 
doa kami menyertai perjuangan Anda. _”ya Allah…lindungilah perjuangan mahasiswa Indonesia, Amien ya Robbal alamien”. [MO/btr].

Sumber: Media Oposisi
Salam Bangga Dan Bahagia: Hidup Mahasiswa, Allahuakbar..!

Lihat juga  Mahasiswa Jakarta Tolak Reklamasi !
Shares