Home / News / Saat Kehadiran Jokowi ‘Pukul’ Ahokers dan Liberalis

Saat Kehadiran Jokowi ‘Pukul’ Ahokers dan Liberalis

Up-News – Saat Kehadiran Jokowi ‘Pukul’ Ahokers dan Liberalis

Musuh-musuh Islam dari kalangan liberal, kapitalis, sosialis, komunis dan lain sebagainya serasa kehilangan akal dengan pergerakan persatuan yang ditampilkan umat Islam. Dua kejadian ini, misalnya, berhasil membuat musuh Islam dan musuh Bangsa Indonesia ditampol, justru oleh Presiden Jokowi.

Aksi Damai Bela Islam III atau Aksi 212

Aksi Damai Bela Islam III atau Aksi 212 diembuskan oleh musuh Islam sebagai aksi yang merongrong kebhinekaan dan bermaksud mengkudeta kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Banyak penggembosan dilakukan, bahkan banyak umat Islam yang tertahan di daerah saat akan mengikuti aksi yang dipusatkan di Monas Jakarta pada Jum’at, (2/12/16) ini.
Para musuh Islam itu, akhirnya harus menelan luda tatkala Presiden Jokowi justru hadir dalam aksi tersebut bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, dan beberapa Menteri dalam Kabinet Kerja.
Meski hanya sebentar, kehadiran Jokowi merupakan bukti bahwa aksi 212 bukanlah aksi yang bertujuan mengkudeta pemerintahan, namun menuntut agar hukum berlaku adil. 

Lihat juga  Bukan Lagi Petugas Partai? Hubungan Jokowi dengan Mega Menegang dan Mulai Adu Kuat

Nonton Bareng Film Pengkhianatan G 30 S PKI

Jelang peringatan G 30 S PKI pada 30 September 2017 lalu, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengintruksikan pasukannya dan masyarakat untuk menonton film pemberontakan PKI pada tahun 1965 yang diproduksi pada masa Presiden Soeharto.
Banyak kalangan yang menyatakan, tak perlu menonton film tersebut dengan berbagai dalih. Para simpatisan PKI, akhirnya menunjukkan keasliannya.
Mereka juga mengaitkan, arah gerakan nonton bareng film G 30 S PKI ini adalah menggiringi opini bahwa Presiden Jokowi merupakan keturunan PKI. Padahal, faktanya berkebalikan. Presiden justru melakukan nonton bareng Panglima TNI dan warga lainnya.
Bukankah tak ada yang kebetulan? Apakah dua kejadian ini merupakan pertolongan Allah Ta’ala kepada umat Islam? Mereka yang mulanya teriak-teriak menolak, kemudian terdiam karena tuduhan buruk anti NKRI, ancaman kebhinnekaan, dan lain sebagainya tak terbukti.
Justru umat Islamlah, menurut Panglima TNI Jenderal Gatot, yang merupakan benteng terakhir NKRI. [Mbah Pirman/Tarbawia]


Sumber: Tarbawia
Saat Kehadiran Jokowi ‘Pukul’ Ahokers dan Liberalis
Lihat juga  Hukum Jadi Mainan, Didakwa dengan Pasal Hate Speech, Dituntut Pakai Pasal Hacker