Home / News / Presiden : Reklamasi Soal Marwah Hukum

Presiden : Reklamasi Soal Marwah Hukum

Up-News – Presiden : Reklamasi Soal Marwah Hukum

Presiden : Reklamasi Soal Marwah Hukum

Presiden Joko Widodo menegaskan soal reklamasi terkait marwah hukum negara ini.

“Ini soal kepastian hukum, soal kepastian investasi. Di mana marwah hukum kita,” kata Presiden Jokowi seraya mengacung kertas di hadapan kata pimpinan media massa di Istana Merdeka.

Presiden menjelaskan peraturan presiden atau perpres tentang reklamasi dikeluarkan oleh Presiden Soeharto, kemudian diperkuat perpres yang dikeluarkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Ada pula peraturan gubernur atau pergub yang diterbitkan Gubernur DKI Fauzi Bowo. “Bagaimana dengan pengusaha yang sudan berinvestasi berdasarkan perpres tersebut?” tanya Presiden.

Lihat juga  Jangan Kaget! Ternyata Ini Identitas Pemilik Prostitusi Gay T1 Sauna, Lokasinya pun tak Jauh dengan Istana Presiden

Presiden Jokowi mengatakan ketika menjadi gubernur ia tidak mengeluarkan pergub terkait reklamasi. Pun ketika menjadi presiden, ia tidak menerbitkan perpres.

“Saya bisa saja mengeluarkan perpres. Tapi, di mana marwah hukum dan kepastian beinvestasi jika perpres terdahulu dibatalkan presiden berikutnya?” ucap Presiden.

Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno mengatakan akan menyetop reklamasi pulau-pulau yang belum terbentuk dan mengijinkan pulau-pulau yang telanjur direklasi. Presiden enggan menanggapinya. “Bagi kita yang penting pengawasan di lapangan. Nelayan harus diperhatikan. Lingkungan harus dijaga,” tutur Presiden.

Lihat juga  Rumah Zakat Buka Layanan Kesehatan Untuk Pengungsi Rohingya

Presiden menambahkan dirinya sudah mengunjungi berbagai negara yang melakjkan reklamasi. Di Jepang, Belanda, Korea, Malaysia, Singapura, juga ada reklamasi. Ancol dan Tanjung Priok juga reklamasi. Malan di Belanda dan Korea reklamasi memoerbaiki lingkungan,” ujar presiden.[www.tribunislam.com]

Sumber : mediaindonesia.com


Follow @TribunIslam

Sebarkan…
Sumber: Tribun Islam
Presiden : Reklamasi Soal Marwah Hukum