Home / News / Pengadilan London Sanksi Sekolah Islam Gegara Pisahkan Murid Laki-Laki dan Perempuan

Pengadilan London Sanksi Sekolah Islam Gegara Pisahkan Murid Laki-Laki dan Perempuan

Up-News – Pengadilan London Sanksi Sekolah Islam Gegara Pisahkan Murid Laki-Laki dan Perempuan

Pengadilan London Sanksi Sekolah Islam Gegara Pisahkan Murid Laki-Laki dan Perempuan

Pengadilan Banding di ibukota London memutuskan Sekolah Islam “Al-Hijrah” di kota Birmingham, Inggris, telah terbukti melakukan pelanggaran hukum karena memisahkan murid laki-laki dan perempuan.

Dalam putusannya, pengadilan menyatakan sekolah yang mendapatkan biaya operasionalnya dari anggaran negara terbukti telah melanggar Undang-Undang Kesetaraan dan melakukan diskriminasi terhadap jenis kelamin.

Kasus ini sebelumnya diajukan oleh Ofsted, badan yang bertanggung jawab atas standar pendidikan di Inggris. Ofsted membawa kasus Al-Hijrah ke Pengadilan Banding setelah Pengadilan Tinggi menyatakan tidak ada pelanggaran hukum yang dilakukan Al-Hijrah.

Lihat juga  Masjid Di London Siap Tampung Gelandangan Saat Musim Dingin

Perlu diketahui bahwa Sekolah Al-Hijrah memisahkan murid perempuan dan laki-laki baik ketika proses belajar mengajar, ketika istirahat, maupun saat melakuan kegiatan pendidikan di luar kelas.

Peraturan ini pun berlaku bagi murid di kelas lima, saat murid-murid telah menginjak usia sembilan tahun.

Dalam aduannya, Direktur Ofsted, Amanda Spielman, mengatakan bahwa dengan melakukan pemisahan berdasarkan jenis kelamin, pihak sekolah tidak menerapkan hubungan sosial secara semestinya dan pada saat yang sama tidak menyiapkan peserta didik untuk menjalani kehidupan modern di Inggris.

Lihat juga  Arkeolog Bantah Bangsa Viking Beragama Islam

Amanda menekankan bahwa lembaga pendidikan tidak seharusnya memberikan perlakukan yang berbeda terhadap murid berdasarkan jenis kelamin.

Pengacara yang mewakili pengurus Sekolah Al-Hijrah, Peter Oldham, membantah tudingan tersebut dan mengatakan bahwa meskipun dipisah, murid perempuan dan laki-laki tetap mendapatkan perlakuan yang setara.

Majelis hakim di Pengadilan Banding mengatakan pemisahan murid laki-laki dan perempuan tidak hanya terjadi di sekolah Islam. Menurut hakim, pemisahan murid juga ditemukan di sekolah Kristen dan Yahudi.

Diperkirakan terdapat 20 sekolah di Inggris yang menerapkan kebijakan pemisahan antara murid laki-laki dan perempuan. [www.tribunislam.com]

Lihat juga  Di Penjara, Angelina Sondakh Hafal Alquran 15 Juz

Sumber : eramuslim.com


Follow @TribunIslam

Sebarkan…
Sumber: Tribun Islam
Pengadilan London Sanksi Sekolah Islam Gegara Pisahkan Murid Laki-Laki dan Perempuan