Home / News / Pemuda Pionir Pendobrak Perubahan Paripurna !

Pemuda Pionir Pendobrak Perubahan Paripurna !

Up-News – Pemuda Pionir Pendobrak Perubahan Paripurna !

Kaum Muda

Pemuda, Bangkitlah Sekali Lagi Demi Terwujudnya Peradaban Yang Dirahmati 

Oleh:Zahbia Dina 

(Ketua Komunitas Mahasiswa Muslim Peduli Negeri UNY

Mediaoposisi.com-Indonesia benar-benar berada di ujung tanduk. Bagaimana tidak, sebagai contoh dari segi pengelolaan kekayaan alam saja, negara ini tidak mampu. Indonesia yang sangat kaya minyak dan gas harus membeli gas dari Singapura. Padahal Singapura itu tidak memiliki ladang gas sama sekali. 
Baru-baru ini rezim Jokowi dengan mudahnya memuluskan langkah Freeport menjarah tambang terbesar di dunia tersebut, kontrak diperpanjang. Maka Ketidak berdayaan negeri ini tergambar jelas.
Dan kian jelas pula saat kita semua melihat secara terang-terangan negara  menjadi pelayan para pemilik modal seperti dalam proyek Meikarta maupun Reklamasi di Teluk Jakarta. Proyek raksasa itu tetap jalan meski prosesnya menyalahi perundang-undangan dan belum mengantoni izin. 
Dari sesi perekonomian, negeri ini terjerat hutang yang terus menggelembung dan tidak terlunasi, bakan saat ini hutang Indonesia mencapai Rp 3.779 Triliun (m.detik.com Agustus 2017). 
Indonesia kini kian parah masalah darurat seks bebas dan narkoba menjadi momok menghancurkan negeri ini bahwakan ada enam juta orang menjadi pencandunya (news.okezone.com Juli 2017).
Belum lagi retorikan janji Jokowi akhir-akhir ini ketika menyambangi umat islam dengan sesumbar akan  menggebuk PKI jika muncul. Tapi faktanya  justru penguasa dengan dilatarbelakangi kebencian membubarkan ormas Islam tanpa proses pengadilan.
Jika kita melihat masih banyak lagi bukti-bukti nyata yang menunjukkan negeri ini benar-benar  sedang terjadi krisis. Maka sudah tentu hal ini menjadi perhatian banyak pihak, termasuk para pemuda yang senantiasa punya idelisme dan gejolak jiwa ketika melihat berbagai kerusakan untuk berdiri sebagai agen perubahan. 
Melihat rezim Jokowi yang memonopoli opini penguasa sebagai tafsir tunggal kini pemuda dan mahasiswa terbelah dan sengaja di lumpuhkan. Aksi Mahasiswa pun diakhiri dengan penangkapan dan kriminalisasi aktivisnya sebgaimana aksi 20 oktober 2017  kemarin di depan istana.
Jika melihat pemuda dan mahasiswa dari kacamata agen perubahan pertanyaanya adalah: Mengapa tidak nampak perubahannya? Apakah pemuda belum mengoptimalkan perannya? Disatu sisi kita melihat fakta, negeri kita justru semakin pelik dengan berbagai persoalan yang membelit rakyat semakin sengsara
Pemuda khususnya mahasiswa yang selalu tampil di garda depan hari ini tengah berhadapan dengan banyak tantangan. Apalagi setelah reformasi 1998. Kampus-kampus sekarang memberlakukan sistem SKS dalam dunia perkuliahan telah ampuh membuat pemuda mencukupkan sibuk dan habis waktunya berkutik dengan tugas, paper, presentasi, makalah, maupun praktikum. 
Banyak yang tidak terfikirkan lagi jati dirinya sebagai agent of change bagi lingkungan sekitarnya bahkan terkonidisikan cuek, apatis, pragmatis serta individualis. 
Bahkan ada clotehan: “Persoalan individu saja sudah banyak” Apalagi mau memikirkan urusan negara? boro boro paham akan solusi justru pemuda dan mahasiswa menjadi korban dan budaya pop yang kian merusak dan menjadikan anak muda  tidak sempat memikirkan secara seksama solusi tuntas persoalan negeri ini. 
Sistem kehidupan di Indonesia sekarang yang menerapkan Kapitalisme dengan asas Sekularisme (pemisahan agama dengan kehidupan) dan Liberalisasi (prinsip kebebasan) yang berasal dari Barat juga telah menjangkiti jiwa-jiwa anak muda. Bahkan juga pemuda muslim.
Seperti halnya mindset kesuksesan dan kebahagiaan hidup diukur dengan materi. Maka akan membuat implikasi hal tersebut menjadikan mahasiswa menjadi penyembah nilai dan prestasi kosong. 
Yang ada di kepalanya adalah bagaimana cara mendapatkan nilai tinggi yang kelak setelah lulus untuk diharapkan mendapat pekerjaan dengan gaji yang besar dengan berbagai cara agar dapat hidup kaya raya. Sungguh janji dan impian memukau. Pertanyaanya apakah akan terjadi ditengah tengah ketimpangan serta krisis seperti ini.?
Sungguh sangat berbahaya, sistem ini jelas menghilangkan jati diri dan potensi pemuda. Tidak hanya itu sistem ini pun nyatanya berhasil memandulkan dan menjebak potensi pemuda dengan tujuan duniawi semata. 
Begitu pula dengan yang terjadi pada negeri ini, aturan liberalisasi melahirkan berbagai UU swastanisasi dan privatisasi sumber daya alam (SDA) maupun pelayanan publik yang tidak memihak pada rakyat tapi jusru berpihak pada pemilik modal (Kapital). 
Negara telah abai terhadap berbagai tanggungjawab utamanya. Hal tersebut menjadi wajar diberlakukan sebab sistem ini kapitalisme yang diterapkan  meyakini negara hanya sebatas sebagai regulator/fasilitator bukan pengurus keseluruhan. 
Hal ini lah yang perlu dilawan oleh anak-anak muda dan mesti diubah diganti dengan sistem yang paripurna berasal dari sang pencipta.
Harus disadari oleh pemuda, bahwa Indonesia adalah bagian dari bumi yang diciptakan oleh Allah. Maka Dia berhak mengatur kehidupan ini dengan sebuah pedoman yakni dengan syariah Islam bersumber dari wahyu Al-Qur’an dan As-Sunnah. 
Allah  SWT telah memperintahkan manusia untuk wajib mengamalkan ajaran Islam secara keseluruhan, tidak setengah-setengah, dan tidak pilih-pilih. Allah perintahkan juga agar penguasa bertanggungjawab secara keseluruhan terhaap kepengurusan rakyatnya, tidak hanya sebagai regulator. 
Maka sudah sewajarnya jika negeri ini pun diatur dengan syariahNya dan menjadikan asas aqidah Islam  sebagai pondasi dalam membangun negeri maka mindset pemuda dalam merubah sebuah kondisi/lingkungan harus berdasar kepada Islam. Barulah perubahan paripurna yang hakiki bisa terwujud.
Sebab syariah Islam hadir untuk semua agama, ras, suku, dan bangsa seperti peradaban yang pernah dicontohkan oleh suri tauladan Rasulullah Muhammad SAW saat pertama kali mendirikan negara Madinah. 
Hukum menegakkannya adalah wajib. Pemuda harus saling merangkul mewujudkan cita-cita mulia ini sebagai solusi tuntas atas berbagai persoalan yang menimpa. Tapi hari ini, sayangnya pemuda yang kritis mengoreksi kebijakan pemerintah rupanya selalu dihalang-halangi. 
Komunitas kepemudaan, organisasi, ormas yang selalu menyerukan solusi Islam dari Sang Pencipta kehidupan dihambat. 
Seperti yang baru saja terjadi dengan disahkannya Perppu Ormas menjadi UU adalah disebabkan keengganan penguasa menerima solusi mulia ini. Padahal terang-terangan sejarah menjabarkan betapa berkah serta adil dan sejahtera sebuah peradaban dimana Islam diterapkan didalamnya. 
DPR RI
Hal ini semakin menggambarkan bahwa kepentingan pemilik modal tidak boleh diusik. 
Kita tidak hanya membutuhkan pemimpin yang amanah tetapi kita juga membutuhkan sisem yang amanah. 
Disinilah peran strategis bagi pemuda yakni mengubah kondisi dari asas yang keliru (Sekularisme) kepada asas yang shahih yakni yang berasal dari wahyu ilahi dengan mengembalikan peradaban yang dirahmati Allah itu sekali lagi. Yang demikianlah perubahan hakiki. 
Maka berbagai potensi, semangat, tenaga, waktu  yang dititipkan Allah  SWT  harus dioptimalkan semaksimal mungkin. Kita jangan pernah lelah dan berhenti untuk berjuang. 
Pemuda Islam mesti membekali diri dengan mengkaji  Islam secara keseluruhan lalu menyampaikannya ke khalayak  dan umat untuk menggelorakan perubahan.
Memahamkan msyarakat akan kehidupan islam agar peradaban penuh rahmah yang diberkati bisa terwujud dengan sistem Islam.[MO/bp]

Sumber: Media Oposisi
Pemuda Pionir Pendobrak Perubahan Paripurna !

Lihat juga  Penyakit Langka Tidur Berhari-hari, Echa Terbangun Setelah Terlelap 13 Hari, Ayah Ungkap Ini Penyebabnya