Home / News / Pemerhati Sosial: Pakaian Minim Perempuan Memicu Pelecehan Seksual

Pemerhati Sosial: Pakaian Minim Perempuan Memicu Pelecehan Seksual

Up-News – Pemerhati Sosial: Pakaian Minim Perempuan Memicu Pelecehan Seksual

Azis Rohman
BANGKITPOS.COM, Maraknya kejahatan seksual juga dipicu semakin bebasnya masyarakat dalam perilaku seksual. Hari ini masih banyak perempuan tidak lagi merasa malu mempertontonkan auratnya di tempat-tempat publik. 

“Memang, ada sebagian kecil orang yang mencoba menyangkal pakaian minim perempuan memicu pelecehan seksual. Namun, berbagai riset dan fakta menunjukkan bahwa hal itu memang menjadi pemciu dorongan seksual bagi kaum pria,” ungkap pemerhati sosial Azis Rohman kepada BANGKIT POS (13/10/2017).

“Memang yang kemudian disasar menjadi korban bisa siapa saja, termasuk bisa saja perempuan berkerudung dan berhijab. Namun, awalnya di antaranya dipicu oleh penampilan kaum Hawa yang mengumbar aurat,” imbuhnya.

Lihat juga  "Di Penjara, Aku Sholat Tanpa Jilbab dan Pakaian"

Azis mengatakan, bahwa pergaulan bebas antara pria dan wanita juga sudah sedemikian bebas. Berita selingkuh dan seks bebas menjadi menu media sehari-hari.

”Kita mengkritisi penginapan hotel menyediakan jasa short time untuk kencan pasangan, tak peduli pasangan sah atau tidak,” lanjutnya.

Azis menyoroti sistem hukum yang semestinya bisa memberikan efek jera dan melindungi masyarakat justru tumpul. Dari berbagai kasus kejahatan dan kekerasan seksual, pelaku sering mendapatkan sanksi yang jauh dari keadilan.

“Dalam Pasal 285 KUHP, hukuman bagi pelaku pemerkosaan paling lama dua belas tahun. Hukuman ini dianggap masih terlalu ringan. Apalagi di pengadilan para pemerkosa sering mendapat vonis yang ringan. Malah ada pelaku pemerkosaan hanya dihukum 4 tahun,” paparnya.

Lihat juga  Anak Yatim dan Janda Rohingya Jadi Sasaran Predator Seksual

“Hukuman itu bisa lebih ringan lagi bila pelakunya masih di bawah umur (di bawah 18 tahun), berstatus pelajar dan berkelakuan baik selama masa tahanan.” jelasnya.

Ditambah lagi, menurut dia, selama ini tindakan yang ada lebih fokus pada tindakan kuratif, bukan preventif atau berusaha mencegah terjadinya kejahatan dan kekerasan seksual. [andik] Sumber: Bangkit Pos
Pemerhati Sosial: Pakaian Minim Perempuan Memicu Pelecehan Seksual