Home / Kabar / Pembakaran Tiang Masjid Muhammadiyah di Aceh Dipicu Isu Wahabi

Pembakaran Tiang Masjid Muhammadiyah di Aceh Dipicu Isu Wahabi

Up-News – Pembakaran Tiang Masjid Muhammadiyah di Aceh Dipicu Isu Wahabi

Insiden pembakaran tempat ibadah kembali terulang. Kali ini terjadi di Aceh, sekumpulan warga membakar balai pengajian dan bangunan awal masjid milik organisasi Muhammadiyah.

Hal itu dibenarkan oleh Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Muti. Ia mengatakan bahwa pembakaran adalah perbuatan melanggar hukum.

“Sesuai informasi dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Aceh memang terjadi pembakaran. Balai pengajian itu sendiri sudah bertahun-tahun dipergunakan untuk kegiatan pengajian warga Muhammadiyah,” kata Muti dalam release yang diterima wartawan, Kamis (19/10/2017).

Baca Juga  Penolakan Terhadap Perppu Ormas Semakin Gencar, Ini Alasannya…

Tempat pengajian tersebut, ungkapnya, sudah berdiri bertahun-tahun. Begitupun masjid juga resmi mendapatkan izin pendirian bangunan, IMB. Untuk itu, dia berharap pemerintah, khususnya aparatur penegak hukum untuk menindak tegas pelaku, apapun motifnya.

Lihat juga  Megawati Dipolisikan Ulama, Ketua PDIP: Itu Kesalahpahaman Saja

“Ini sudah kedua kalinya. Muhammadiyah berharap kepada Pemerintah, khususnya aparatur penegak hukum, menindak tegas pelaku, apapun motifnya, dan siapapun pelakunya. Pemerintah tidak boleh membiarkan kekerasan keagamaan terus terjadi,” pintanya.

Diketahui sebelumnya, Pemerintah Bireun menolak pendirian Masjid Muhammadiyah. Hal itu memicu masyarakat untuk membakar balai pengajian dan bangunan awal masjid.

Baca Juga  Standar Ganda Pemerintah Soal Reklamasi Jakarta

Abdul Muti menjelaskan pemicu lainnya, mereka menuduh Muhammadiyah sebagai Wahabi. Tuduhan itu menunjukkan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap Muhammadiyah dan dipicu pernyataan tokoh nasional yang begitu negatif terhadap Muhammadiyah dan menilai Muhammadiyah sebagai Wahabi.

Lihat juga  Soal Reklamasi, Dirjen Otda “Ngancam” Agar Anies-Sandi Tidak Macam-Macam

“Polisi tidak boleh membiarkan pernyataan tokoh yang jelas-jelas menyerang kelompok lain. Pernyataan tersebut merupakan ujaran kebencian (hate speech) yang dapat ditindak sesuai undang-undang,” pungkasnya. (kiblat)

Sumber: Sehat Akal Suci Hati
Pembakaran Tiang Masjid Muhammadiyah di Aceh Dipicu Isu Wahabi

Shares