Home / News / Macetnya Gagasan Nasionalisme Dihadapan Asing Dan Aseng !

Macetnya Gagasan Nasionalisme Dihadapan Asing Dan Aseng !

Up-News – Macetnya Gagasan Nasionalisme Dihadapan Asing Dan Aseng !



 USANGNYA NASIONALIME BANGSA

Oleh: Mahdiah Imadul Ummah
Mantan Aktivis Mahasiswa, Pengajar dan Pemerhati Masalah Generasi


Mediaoposisi.com-Pemuda selalu menjadi sorotan seluruh elemen bangsa. Geraknya ditunggu oleh seluruh warga Negara. Keberadaanya seolah menjadi harapan akan masa depan peradaban negerinya. Dan mewujudkan perubahan adalah pekerjaan para pemuda yang tidak bisa diselesaikan oleh para tetua.
Bulan Oktober lampu sorot panggung bernegara terarah sepenuhnya kepada para pemuda, sebab  89 tahun silam, pemuda telah menorehkan sejarah persatuan melawan penjajahan. Para pemuda menanggalkan atribut kedaerahan dan kesukuan untuk mewujudkan perlawanan atas dasar persatuan. 
Namun sayangnya asas kecintaan kepada tanah air Indonesia luntur dimakan usia. Persatuan atas dasar nasionalisme hanya berlaku saat melihat penjajahan fisik yang merenggut kebebasan dan kemerdekaan berbangsa. Ketika bendera telah dikibarkan, kemerdekaan telah diberikan dan kebebasan telah dijamin, heroik revolusi terhenti. 
Nyatanya ketika hari ini negeri dikuasi asing dan aseng, nasionalisme tidak memiliki gigi. Ketika negeri dirundung kedukaan disebabkan banyaknya kemiskinan, kelaparan dan gizi buruk, nasionalisme tidak punya solusi. Ketika negeri ini dibanjiri produk impor luar negeri, nasionalisme tidak  dapat mewujudkan semangat ‘berdikari’. 
Ketika rakyat menjerit kerena kebijakan dzolim penguasa, nasionalisme tidak bisa berbuat apa-apa bahkan seolah tidak peduli. Ketika penjajah menjarah hasil bumi Indonesia dan menjeratnya dengan jebakan hutang, nasionalisme berkata ‘Indonesia Negeri Kaya’ lalu dibiarkan begitu saja atas nama inverstasi. 
Ketika pemuda dimabuk hedonisme dan permisifisme, nasionalisme tidak mampu menyelamatkan idealisme pemuda bahkan di angkap itulah pemuda yang memiliki jati diri.
Perkawinan antara pemuda dengan nasionalisme terbukti mandul menyelematkan negeri ini. Semangat nasionalisme tidak cukup mampu menangkal kehancuran dan keterpurukan yang dilanda negeri. Revolusi nasionalisme masa lalu hanya memindahkan posisi dari kondisi belum merdeka  menjadi negara merdeka secara de-jure, namun secara de-facto kedaulatan negara tetap berada ditangan penjajah, bahkan nasionalisme menunjukkan wujud aslinya yaitu keberpihkannya kepada penjajah.
Menghadapi penjajahan era modern ini tentu membutuhkan perkawinan potensi pemuda dengan sesuatu yang tidak luntur dimakan usia, tidak lekang dimakan zaman dan tidak akan berpaling dari garis ideal. Sebagaimana perjuangan sahabat muda Rosulullah yang tidak gentar dengan ancaman fisik, namun juga tidak melting dengan iming-iming dunia. 
Revolusi tidak berhenti setelah mendapatkan posisi di Madinah namun revolusi melawan ke-jahiliyahan terus bergelora hingga Islam menguasai 2/3 dunia dan berjaya selam 14 abad lamanya. 
Seperti kisah tujuh pemuda yang namanya termaktub di dalam kitab suci yang mulia Al Qur’an “Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.
Dan Kami meneguhkan hati mereka diwaktu mereka berdiri, lalu mereka pun berkata, “Tuhan kami adalah Tuhan seluruh langit dan bumi; kami sekali-kali tidak menyeru Tuhan selain Dia, sesungguhnya kami kalau demikian telah mengucapkan perkataan yang amat jauh dari kebenaran.”   (TQS. Al-Kahfi :13-14)
Pemuda sesungguhnya adalah sosok individu yang visioner, revolusioner, idealis, kritis, menjunjung tinggi integritas dan moralitas dengan disandarkan pada fitrah keimannannya kepada Allah SWT. 
Sebab potensi pemuda tidak akan berpengaruh besar jika tidak dikawinkan dengan kekuatan besar dari Dzat yang Maha Besar. Melawan penjajahan hanya dengan  mengandalkan pemuda yang notabene adalah manusia akan mendatangkan hasil fatamorgana, namun melawan penjajah dengan mengandalkan kekuatan pemuda yang beriman kepada tuhannya akan mendatangkan hasil luarbiasa melebihi logika manusia.
Saatnya pemuda melakukan rekonsolidasi dan rekonsilisasi dengan Tuhannya manusia yaitu Allah SWT, dengan izin Allah-lah kebangkitan kehidupan berbangsa akan tercipta. Dengan ajaran Allah-lah yaitu islam, solusi masalah kehidupan akan terwujud nyata. 
Mahasiswa 1998
Dengan keimanan kepada Allah-lah pergerakan pemuda akan menuai keberhasilan menyelamatkan tanah airnya sebab cintanya kepada bumi didasarkan kecintaan kepada langit. Spirit sumpah pemuda adalah spirit perlawanan atas ketidakadilan, kedzoliman dan keterjajahan dengan dorongan ketaqwaan serta spirit perjuangan melanjutkan kehidupan islam. 
Selamat Hari Sumpah Pemuda!
Sumpah pemuda yang tidak menghianati sumpah kepada Tuhannya! 
Sumpah pemuda yang berkesesuaian dengan syahadatnya!
Sumpah pemuda yang berlandaskan atas cinta kepada ajaran Tuhannya! [MO/bp]

Sumber: Media Oposisi
Macetnya Gagasan Nasionalisme Dihadapan Asing Dan Aseng !

Lihat juga  Alasan Menteri ESDM Resmikan SPBU Asing: Karena Harganya Miring