Home / News / Liberalisasi Faktor Mendasar Rusaknya Tatanan Ekonomi Negara

Liberalisasi Faktor Mendasar Rusaknya Tatanan Ekonomi Negara

Up-News – Liberalisasi Faktor Mendasar Rusaknya Tatanan Ekonomi Negara


Liberalisasi
Mediaoposisi.com- Liberalisasi perdagangan barang ditandai dengan penghapusan berbagai hambatan tarif dan nontarif. Sejak tahun 2015 lalu, 96% dari total barang yang diperdagangkan antar negara ASEAN tarif bea masuk impornya telah nol persen.
Analis LANSKAP Aminudin Syuhadak mengatakan berbagai hambatan nontarif terus dipangkas, baik yang bersifat teknis seperti kebijakan perlindungan makhluk hidup dari penyakit, hama, atau kontaminasi bahan berbahaya; penetapan standar pada label, kemasan dan bahan maupun yang bersifat nonteknis seperti lisensi impor dari instansi tertentu, penetapan kuota, larangan terbatas dsb.
Aminudin Syuhadak

“Dampaknya, barang-barang dari luar akan lebih mudah masuk ke negeri ini. Ini akan mengancam produsen dalam negeri, termasuk di sektor pertanian dan manufaktur, terutama yang punya daya saing rendah. Mereka mungkin akan terdorong meningkatkan daya saing.” Kat Amin kepada jurnalis mediaoposisi.com (12/10). 

Amin menambahkan tak jarang kebijakan pemerintah berdampak mempengaruhi rendahnya daya saing produk mereka. Harga energi yang mahal, infrastruktur yang buruk, modal yang sulit diakses dan biaya pajak yang tinggi adalah di antara yang menekan daya saing. Sebaliknya, produsen luar punya daya saing tinggi; salah satunya ditopang oleh kuatnya dukungan pemerintah mereka.
“Sebagai konsekuensi adanya pasar bebas, semua pihak akan diberi peluang yang sama; semua diberi kebebasan masuk persaingan. Siapa yang kuat, dialah yang akan menang. Pasar bebas akan benar-benar menguntungkan pihak kuat. Sebaliknya, pihak yang daya saingnya lemah akan tertindas.” Papar Amin.
Dia menjelaskan bahwa liberalisasi juga menjadi faktor mendasar rusaknya tatanan ekonomi negara yang menjalankan kapitalisme.
“Liberalisasi ekonomi yang berlangsung di negara ini juga telah terbukti gagal menciptakan ekonomi yang maju, mandiri, stabil dan menyejahterahkan. Kesenjangan makin lebar. Aset-aset penting dikuasai oleh investor asing. Barang-barang impor menggusur produk lokal. Sektor finansial rentan terdampak krisis. Nilai tukar rupiah pun naik-turun.” Pungkasnya. [MO/aci]

Sumber: Media Oposisi
Liberalisasi Faktor Mendasar Rusaknya Tatanan Ekonomi Negara

Lihat juga  SANGAT MENYENTUH.. Penuturan Istri Ustadz Felix Siauw atas Pembubaran Pengajian
Shares