Home / Kabar / Kemendagri: Terima dulu baru revisi; Gerindra: direvisi terlebih dahulu

Kemendagri: Terima dulu baru revisi; Gerindra: direvisi terlebih dahulu

Up-News – Kemendagri: Terima dulu baru revisi; Gerindra: direvisi terlebih dahulu

Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tjahjo Kumolo mengatakan, pemerintah terbuka untuk adanya revisi dalam Perppu No 2 Tahun 2017 tentang Ormas. Akan tetapi, dia menambahkan, pemerintah menginginkan agar Perppu tersebut diterima dahulu oleh DPR. Sedangkan untuk revisi bisa dibahas lebih lanjut oleh kedua pihak, yakni pemerintah dan badan legislatif.

“Ada beberapa fraksi yang menyampaikan catatan. Saya menyampaikan bahwa silakan apakah nanti inisiatif bersama untuk menyempurnakan undang-undang (Perppu) ini, menyangkut hukuman dan sebagainya, tetapi kami menginginkan sepakat dulu (diterima),” ujar dia saat ditemui selepas Rapat Kerja dengan Komisi II, Jumat (20/10).

Baca Juga  Tidak Terima Dituduh Menista Agama, Eggi Sudjana Melaporkan Balik. Ini dia 8 yang Dilaporkan

Tjahjo mengatakan, jika memang hanya ada segelintir orang yang tidak sepakat terhadap Perppu tersebut, untuk apa diadakan revisi kembali. Oleh karena itu, lanjut dia, pemerintah akan menunggu keputusan Komisi II pada Senin (23/10) esok untuk putusan akhir tingkat satu di DPR-RI terkait diterima atau tidaknya Perppu Ormas tersebut.

Lihat juga  Hati-Hati, Penyakit Baru "Difteri" Mewabah di Indonesia dan Sudah Banyak Korban Jiwa !

“Kalau tidak sepakat, ada pandangan fraksi mungkin dengan catatan, harus kita duduk bersama untuk menyempurnakan misalnya. Mari, tapi sepakat (loloskan Perppu) dulu,” kata dia lagi.

Sementara itu Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPR, Ahmad Muzani menegaskan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No 2 Tahun2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) tidaklah mendesak dan genting diterima. Bahkan, ia menilai Perppu Ormas yang diteken Presiden Joko Widodo itu harus direvisi terlebih dahulu.

Baca Juga  ELSAM: Registrasi Ulang Kartu SIM Rentan Bocorkan Privasi

“Kita lihat bahwa urgensi Perppu ini tidak relevan, tidak ada kegentingan yang memenuhi syarat Perppu ini diterima. Kalau mau direvisi dulu,” ungkapnya di Jakarta Selatan, Minggu (22/10/17).

Komisi II DPR RI telah menunda pengambilan keputusan Perppu Ormas pada Jumat (20/10/17) lalu. Hal ini karena sejumlah fraksi, yakni PAN, Gerindra, dan PKS ingin agar Perppu Ormas direvisi terlebih dahulu.

Lihat juga  Pilgub Jabar, Sinyal Kuat PAN-PKS Merapat ke Gerindra Usung Mayjen Sudrajat

“Jadi jangan terima lalu baru revisi, seperti UU Perlindungan Anak, katanya mau direvisi tapi sampai sekarang masih jadi PR (pekerjaan rumah),” tegasnya.

Baca Juga  Non Aktifkan 243 Perguruan Tinggi, Yusril: Kemenristek Dikti Tak Tahu Terima Kasih

Selanjutnya, Rapat Perppu Ormas di Komisi II kembali dilanjutkan Senin (23/10/17). Pada rapat sebelumnya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Menkominfo Rudiantara hadir. Ketua Komisi II DPR Zainudin Amali mengungkapkan sudah ada lobi agar pengambilan keputusan tingkat I bisa musyawarah mufakat.

“Sehingga pelaporan ke paripurna tidak akan terganggu. Kami dari meja pimpinan tetap ingin menanyakan kepada pemerintah terhadap sikap fraksi untuk penundaan raker pada Senin depan,” kata Zainudin.

republika.co.id/bernas.id

Sumber: Sehat Akal Suci Hati
Kemendagri: Terima dulu baru revisi; Gerindra: direvisi terlebih dahulu

Lihat juga  Ultra Jahilyah, Abu Jahal Murakab, dan Serat Gatoloco Moderen
Shares