Home / Kabar / Jokowi: Negara Ini Kebanyakan Aturan

Jokowi: Negara Ini Kebanyakan Aturan

Up-News – Jokowi: Negara Ini Kebanyakan Aturan

Saat berpidato dalam acara ‘Rembuk Nasional 2017, 3 Tahun Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla’, Presiden Joko Widodo menyebut di Indonesia kebanyakan aturan.

“Negara ini kebanyakan aturan, kebanyakan regulasi,” kata Jokowi di Arena JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (23/10/2017) malam.

Dia lantas menyebut ada 42.000 aturan baik itu berupa Undang undang, Peraturan Pemerintah, maupun Peraturan Presiden. Jokowi juga menyebut peraturan gubernur dan walikota banyak yang tumpang tindih. “Ada yang bertentangan,” sambung mantan Walikota Solo.

Lihat juga  “Air Saja Kena Pajak, Apalagi Handphone”

Baca Juga  Setnov: Kiai dan Santri Berperan Dalam Kemerdekaan

Jokowi mengungkapkan pemerintah pernah berupaya untuk menghapus 3.153 Peraturan Daerah (Perda). Namun, ketika ada pihak yang mengajukan uji materi atau judicial review di Mahkamah Konstitusi pemerintah kalah.

Jokowi juga mengimbau kepada jajaran kabinet kerja untuk menghapus aturan tanpa melakukan kajian. Sebab, menurutnya kajian-kajian yang dilakukan hanya akan memperlambat proses penghapusan.

“Kalau itu dihapus pake kajian, 100 tahun nggak selesai. Nggak usah kajian, lihat hapus, lihat hapus,” ujarnya.

Lihat juga  Dinilai Berhasil, 66 Persen Masyarakat Ingin Jokowi Jabat Presiden Dua Periode

Banyaknya aturan itu dinilai Jokowi menjadi problem di lapangan. “Saya sampaikan gubernur, walikota, nggak usah buat Perda lagi. Setahun cukup. Saya katakan ke DPR setahun cukup, asal berkualitas. Jangan UU dijadikan proyek,” ucapnya.

Baca Juga  Tiga Tahun Jokowi, Kabinet Kerja Sering Gaduh

Perlu diketahui, di era Jokowi pernah muncul kebijakan penghapusan Perda yang dianggap bertentangan dengan aturan di atasnya, termasuk Perda larangan Miras. Belakangan, Menteri Hukum dan HAM juga mengeluarkan Perppu Nomor 2 tahun 2017 tentang organisasi kemasyarakatan yang kontroversial, meski sebelumnya telah ada Undang-undang tentang ormas.

Lihat juga  Susi Pudjiastuti: Reklamasi tergantung Anies dan Luhut

Masa pemerintahan Jokowi- Jusuf Kalla telah berlangsung selama tiga tahun, dan akan berakhir pada 2019 mendatang. Memasuki tahun ketiga ini banyak pihak yang melayangkan kritikan terhadap kinerja pemerintah, termasuk demo yang dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia yang berakhir ricuh beberapa waktu lalu.

Baca Juga  Arkeolog Temukan ‘Gerbang Neraka’ 9.000 Tahun di Arab Saudi

sumber: kiblat.net

Sumber: Sehat Akal Suci Hati
Jokowi: Negara Ini Kebanyakan Aturan