Home / Kabar / GP Ansor: Wacana Pembentukan Kementerian Pesantren Masih Jauh

GP Ansor: Wacana Pembentukan Kementerian Pesantren Masih Jauh

Up-News – GP Ansor: Wacana Pembentukan Kementerian Pesantren Masih Jauh

Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur meminta wacana pembentukan kementerian pesantren yang dicetuskan pemerintah pusat dipikirkan secara matang. Langkah awal yang dilakukan adalah memberikan support terhadap pesantren agar kualitasnya sama dengan pendidikan formal lainnya.

Wakil Ketua GP Jawa Timur, Abid Umar mengatakan, yang harus diperhatikan pemerintah adalah menyamakan kualitas lulusan pendidikan formal dan pesantren. Dengan begitu, nantinya lulusan pesantren skillnya sama dengan pendidikan formal. Mereka juga punya skill agar bisa bersaing ketika melamar kerja.

“Kalau dibilang setuju apa tidak, bagi saya masih terlalu jauh wacana itu. Yang terpenting saat ini bukan membentuk kementerian, tapi bagaimana pemerintah dalam hal ini presiden melalui kementrian yang ada dapat menambah perhatian dan support kepada pesantren yang ada di Indonesia agar setara dengan pendidikan formal yang ada,” katanya pada Senin (16/10).

Lihat juga  Kuras Keuangan Negara, Pembangunan Infrastruktur Perlu di Evaluasi

Baca Juga  Aisha Dalal, Mascot Kids Pertama Yang Berjilbab Di Liga Inggris

Mantan Satkorwil Banser Jatim itu menilai pada dasarnya baik pendidikan formal maupun berbasis pesantren outputnya sama. Bahkan lulusan pesantren sudah banyak teruji ketika mereka harus terjun dalam ranah profesional, banyak lulusan pesantren yang membanggakan.

Selama ini, orang cenderung enggan memondokkan anaknya karena menganggap lulusannya akan ketinggalan jaman. Stigma itulah yang harus dihapus, sehingga orang tua tidak ragu lagi memasukkan dalam pesantren.

“Ini pembuktian dan perubahan pola pemikiran masyarakat yang selama ini mungkin berfikir memondokkan anak di pesantren bakal ketinggalan jaman dan informasi,” tegasnya.

Baca Juga  Perpu Ormas Tidak Sesuai dengan Negara Hukum

Abid mengaku yang paling mendesak adalah perbaikan kesejahteraan guru-guru pesantren dan Madarasah Diniyah (Madin) harus segera dilakukan.

Salah satunya perhatian kesejahteraan kepada guru madin yang saat ini jauh sekali jika di bandingkan dengan guru formal, dan memberikan support, baik sarana maupun prasarana.

Lihat juga  Pertemuan Dengan GP Ansor, Wiranto: Radikalisme dan Terorisme Batasnya Tipis

“Di pesantren itu basisnya boarding school,” pungkas mantan Ketua Satkorwil Banser Jatim itu.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menyatakan perlu kalkulasi untuk menetapkan adanya menteri yang khusus menangani pondok pesantren dalam kabinetnya.

Baca Juga  Penerbitan Perppu Ormas Ancaman Bagi Kaum Buruh yang Berserikat.

“Itu menjadi masukan bagi saya, dulu waktu saya putuskan Hari Santri, itu juga masukan dari kiai di pondok pesantren.Setelah itu baru kita putuskan,” kata Presiden Jokowi perlunya ada menteri pondok pesantren yang diusulkan pengasuh ponpes di Sumenep, Minggu 8 Oktober 2017 lalu.

Jokowi menyebutkan usulan perlunya menteri pondok pesantren dari salah satu kiai di Sumenep itu juga masukan yang akan dihitung atau dikalkulasi.

“Saya dapat informasi jumlah santri di seluruh Indonesia ada sembilan juta. Sangat banyak jadi memang harus ada yang ngurusi atau memperhatikan mereka,” kata Jokowi.[] (akurat)

Lihat juga  Berbeda Dengan Pesek, Setelah Perang Batin, Gadis Jepang ini Masuk Islam! Sejak Jadi muslimah aku lebih tenang karena selalu ada Allah yang menemani. Oh So Sweet!

Sumber: Sehat Akal Suci Hati
GP Ansor: Wacana Pembentukan Kementerian Pesantren Masih Jauh

Shares