Home / News / Ferry Koto: Djarot Saiful Bukan Pejuang, Tapi Pecundang yang Hanya Ingin Kekuasaan

Ferry Koto: Djarot Saiful Bukan Pejuang, Tapi Pecundang yang Hanya Ingin Kekuasaan

Up-News – Ferry Koto: Djarot Saiful Bukan Pejuang, Tapi Pecundang yang Hanya Ingin Kekuasaan

Ketidakhadiran Djarot Saiful Hidayat di acara pelantikan Gubernur/Wagub DKI Anies Baswedan-Sandiaga Uno (16/10) memunculkan kecaman. Kabarnya, Djarot tidak menghadiri pelantikan karena lebih memilih liburan di Labuhan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Pakar pendidikan Ferry Koto menyesalkan ketidakhadiran Djarot. Ferry pun berpesan kepada Djarot melalui akun Twitter @ferrykoto: “Mestinya kembangkan politik beretika, berkeadaban, bukan terpaku soal kalah menang, tapi tatap ke depan Bangsa makin baik. Ini pesan untuk Djarot.”

Lihat juga  USTADZ FELIX SIAUW TERNYATA YANG SALAH ! ini sebab nya

Pernyataan lebih keras dilontarkan Ferry. “Untuk Djarot, sayang, ternyata sampiyan bukan pejuang, tapi pecundang yang hanya ingin kekuasaan. Sayang beribu sayang. Titik,” tulis @ferrykoto.

Pada pelantikan Anies-Sandi, tampak hadir Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Sylviana Murni, yang ikut berlaga di Pilkada DKI 2017 putaran pertama.

Kepada wartawan, Agus mengaku menyambut dengan suka cita, dan doa pelantikan Anies-Sandi tersebut. AHY berharap mereka bisa memimpin Jakarta menjadi kota yang maju, baik, dan lebih mensejahterakan rakyatnya.

Lihat juga  Begini Jawaban Ustadz Abdul Somad Terkait Kelompok Penolak Kajian

“Saya pikir semua sudah cukup memahami kompleksitas Jakarta tidak mudah. Saya yakin Pak Anies dan Pak Sandi sudah memiliki prioritas yang segera dijalankan,” kata AHY.

SUMBER  DEMOKRASI.CO DVD MURATTAL

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the “Biographical Info” field in the user admin panel.

Sumber: Muslimina
Ferry Koto: Djarot Saiful Bukan Pejuang, Tapi Pecundang yang Hanya Ingin Kekuasaan

Lihat juga  “Era Jokowi yang Bohong dan Palsu Muncul Semua, Mulai dari Kartika Djoemadi Hingga Dwi Hartanto”