Home / News / Di Inggris, Ketua Komisi HAM Qatar Sebut Pemboikotan Sebagai ‘Kejahatan Agresi’

Di Inggris, Ketua Komisi HAM Qatar Sebut Pemboikotan Sebagai ‘Kejahatan Agresi’

Up-News – Di Inggris, Ketua Komisi HAM Qatar Sebut Pemboikotan Sebagai ‘Kejahatan Agresi’
Delegasi HAM Qatar saat bertemu dengan anggota parlemen Inggris. (aljazeera.net)

dakwatuna.com – London. Ketua Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) Qatar, Ali bin Smaikh al-Marri, menyebut pemboikotan pada negaranya merupakan kejahatan agresi. Menurutnya, hal itu dapat diganjar berdasarkan hukum internasional.

Dilansir dari Aljazeera.net, Rabu (25/10/2017), hal itu disampaikan al-Marri saat pertemuan di Parlemen Inggris dengan anggota majelis rendah maupun majelis tinggi. Katanya, krisis kemanusiaan tidak dapat dibiarkan berlaru meski krisis politik masih terus berlanjut.

Lihat juga  Selalu Keluar Air Kencing, Najiskah Celana Yang Saya Pakai?

Selain itu, al-Marri juga mengkritisi diamnya negara-negara berpengaruh terhadap pemboikotan Qatar. ia menyebut, hal itu akan membuat negara-negara pemboikot terus melakukan pelanggaran dan akan memperpanjang krisis kemanusiaan. Ia juga mendesak Inggris untuk bertindak membereskan ketidakadilan yang terjadi.

Kunjungan al-Marri ke London dan negara Eropa lainnya bertujuan untuk menjelaskan pemboikotan dari segi kemanusiaan. Selain itu juga menerangkan konsekuensinya terhadap hak-hak kemanusiaan.

Sementara itu, pihak Inggris mengaku belum memperoleh penjelasan lengkap tentang konsekuensi yang ditimbulkan krisis diplomasi yang terjadi. Namun, setelah pertemuan tersebut hal itu menjadi jelas. Mereka juga berjanji akan mengangkat permasalahan tersebut kepada Menteri Luar Negeri Inggris.

Lihat juga  Na'udzubillah.. Gay Predator Penular HIV di Pontianak Mengaku Sudah Kencani 100 Pria

“Yang tidak dapat aku terima adalah konsekuensi pemboikotan yang dialami masyarakat sipil. Khususnya berkaitan dengan kemampuan mereka dalam melanjutkan studi maupun pekerjaan,” kata Tom Brake, juru bicara Partai Liberal Demokratik Inggris. (whc/dakwatuna)

Sumber: Al-Jazeera

Advertisements

Redaktur: William Ciputra

Beri Nilai:

Loading…
William Ciputra

William Ciputra dilahirkan di Jakarta, 16 Agustus 1993. Pemuda yang juga berdarah Tionghoa dari sang ayah itu mengenyam pendidikan dasar dan menengah pertama di Kab. Tulungagung Jawa Timur. Setelah itu, ia hijrah dan melanjutkan sekolah menengah atas di Madrasah Aliyah (MA) As-Salam Rimbo Bujang Jambi. Kemudian, ia melanjutkan studi di Ma’had Aly An-Nuaimy Jakarta dan Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Qudwah Depok. Saat ini, selain sebagai redaktur di Dakwatuna.com, ia juga tercatat sebagai Staf Tarbawi di Ma’had An-Nuaimy. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Sekretaris Yayasan Fii Zhilalil Quran Jambi. Sebuah yayasan yang membawahi lembaga pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan menengah.

Lihat juga  HTI dan FPI Hadiri Rapat Putusan RUU Ormas dengan Komisi II

Sumber: dakwatuna.com
Di Inggris, Ketua Komisi HAM Qatar Sebut Pemboikotan Sebagai ‘Kejahatan Agresi’