Home / News / Dakwah: Implementasi Ukhuwah Islamiyyah

Dakwah: Implementasi Ukhuwah Islamiyyah

Up-News – Dakwah: Implementasi Ukhuwah Islamiyyah

Ukhuwah Islamiyyah

Oleh: Yuliana, S.Pd. 

(Praktisi Pendidikan)


Mediaoposisi.com- Tentu kita sering mendengar kata dakwah, bukan? Ya, kata tersebut biasanya selalu disandingkan dengan para alim ulama, ustadz-ustadzah, mubalighoh dan orang-orang yang dianggap memiliki ilmu agama yang mumpuni. 
Dakwah berasal dari kata دَعَا – يَدْعُو – دَعْوَة (da’aa-yad’uu-da’wah) yang artinya seruan, panggilan, ajakan (Terlepas dari baik ataupun buruk). Adapun secara istilah, dakwah berarti menyeru, memanggil, dan mengajak kepada Islam. 
Ini adalah tugas bagi orang-orang beriman, artinya tugas yang dibebankan bagi setiap muslim dan muslimah apapun profesi dan pekerjaannya. Oleh karenanya Rasulullah SAW. Menyampaikan kepada kita sabdanya: “Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari).
Seruan kepada kebaikan (Islam) alias dakwah ini selain sebagai kewajiban, juga sebagai tanda cinta. Bagaimana tidak, dakwah ini ditujukan kepada siapapun mulai dari keluarga hingga orang yang tidak kita kenal sekalipun, terlebih kepada sesama muslim. 
Oleh karenanya, dakwah erat dengan ukhuwah Islamiyyah bahkan dakwah adalah cerminan ukhuwah itu sendiri. 
Rasulullah SAW. Bersabda: “Perumpamaan kaum mukmin dalam hal saling cinta, berkasih sayang dan saling simpati di antara mereka seperti satu tubuh. Jika salah satu organ sakit maka seluruh tubuh demam dan tidak bisa tidur.” (HR. Muslim dan Ahmad). 
Ukhuwah sendiri berasal dari kata أَخٌ (akhun) yang berarti saudara dan Ukhuwah Islamiyyah adalah persaudaraan dalam Islam. Persaudaraan dalam Islam ini tidak terbatas oleh nasab, suku, dan bangsa serta dilandasi oleh keimanan.
“Tidak sempurna iman salah seorang di antara kalian hingga mencintai saudaranya seperti mencintai dirinya sendiri. (HR. Bukhari, Muslim, at-Tirmidzi dll). 
Esensi dakwah sebagai seruan amar ma’ruf nahi munkar merupakan sesuatu yang berasaskan keimanan sama halnya seperti ukhuwah. Seruan dakwah ini tidak boleh dianggap sebelah mata apalagi dihalangi hingga dikriminalkan.
“Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia mengubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.” (HR. Muslim). 
Karena sesungguhnya dakwah ialah menyerukan kebaikan (Islam) dari A sampai Z, dari aqidah hingga daulah (negara). Sebagai sebuah kewajiban, dakwah dapat dilakukan oleh individu, masyarakat, juga negara. 
Pertama, dakwah yang dilakukan oleh individu dapat dilakukan oleh setiap muslim dan muslimah ketika mereka melihat kemungkaran di sekitar mereka, keluarga dan teman-teman lingkungannya. Walau sifatnya individu tapi mampu mengubah seseorang menjadi pribadi yang ber-Syakhsiyyah Islamiyyah. 
Kedua, adapun dakwah yang dilakukan masyarakat ini sejatinya diwakilkan oleh ormas (organisasi masyarakat) dan partai. Cakupan dakwah yang dilakukan oleh kelompok lebih luas dan terorganisasi. Bahkan dakwah kelompok mampu membuat opini umum mengenai Islam secara massif. Dengan kata lain dakwah yang dilakukan di tengah masyarakat adalah dakwah fikriyyah dan siyasiyyah (pemikiran dan politik).
Ketiga, dakwah yang dilakukan oleh negara. Dakwah ini adalah benteng terakhir yang melindungi umat Islam. Sebagai sebuah negara maka sudah seharusnya melindungi umat dari hal-hal yang menghancurkan aqidahnya. Jika saat ini negara tidak mampu melakukan fungsi dakwahnya, minimal tidak menghalangi individu dan masyarakat dalam berdakwah apalagi mengkriminalkan ajarannya.
Dakwah sebagai bentuk ukhuwah Islamiyyah akan terwujud secara sempurna jika ketiga peran diatas dilaksanakan. Tugas kitalah sebagai umat Islam untuk selalu berdakwah agar ukhuwah Islamiyyah tidak hanya sekedar wacana tapi mampu mempersatukan umat Muhammad di seluruh dunia. [MO/bp]

Sumber: Media Oposisi
Dakwah: Implementasi Ukhuwah Islamiyyah