Home / News / Berkelit Namun Akhirnya Akui inilah Pekerjaan Duo Penjambret yang Tewaskan Pegawai BNI

Berkelit Namun Akhirnya Akui inilah Pekerjaan Duo Penjambret yang Tewaskan Pegawai BNI

Up-News – Berkelit Namun Akhirnya Akui inilah Pekerjaan Duo Penjambret yang Tewaskan Pegawai BNI

loading…

Tribun Medan/Dedy Kurniawan
Empat Pria Diperiksa diduga komplotan jambret berinisial N diperiksa terkait penjambretan Pegawai Bank BNI yang tewas usai kecelakaan lalu lintas usai, Jumat (27/10/2017) 
Beritaislamterbaru.org – Dua pelaku jambret pegawai BNI Rara Sitta Stefanie ditangkap dan ada pula yang ditembak mati oleh personel unit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut. Rara Sitta sendiri, dalam insiden tersebut tewas mengenaskan. Kedua penjambret dimaksud bernama Randal Malau dan Nasib Hutasoit. 
Kasubdit Jatanras AKBP Faisal Napitupulu melalui AKP Fery Kusnadi membeberkan identitas kedua pelaku. Di Keduanya dijerat dengan tindak pidana curas (pencurian dan kekerasan) sebagai mana dimaksud dalam pasal 365 ayat (3) KUHP.
“Tersangka diamankan Randal Malau (23) seorang juru parkir warga Jalan Narumonda Bawah Pematangsiantar (meninggal dunia). Satu pelaku lain Nasib Hutasoit als Ompong (23) status wirasawata warga Jalan Pasar Pagi Gang Tampo Kecamatan Sitalasari Pematangsiantar,” kata AKP Fery Kusnadi melalui pesan WhatsApp, Minggu (29/10/2017).
Keduanya ditangkap sesuai LP/358/X/2017, pada 26 Oktober 2017. Korbannya pegawai Bank BNI, Rara Sitta Stefanie (27) warga Jalan Melanthon Siregar Kota Pematang Siantar, meninggal dunia saat mengejar pejambret, Rabu (25/10/2017) sekira pukul 19.30 WIB di Jalan Melanthon Siregar Kota Pematang Siantar.
“Barang bukti diamankan satu senjata tajam (pisau), satu unit Handphone Oppo (milik korban), satu unit sepeda motor Honda Vario 125 wrn putih biru (yang digunakan tersangka melakukan kejahatan), satu tas warna cokelat milik korban,” ungkap Fery.
Kedua pelaku ditembak. Randal Malau tewas tertembak pada bagian kaki dan dada. Sedangkan Nasib Hutasoit alias Ompong ditembak kedua kakinya. “Kita membawa para tersangka ke rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan guna perawatan lebih lanjut. Selanjutnya segera melengkapi berkas perkara dan kirim BP ke JPU,” pungkas Fery Kusnadi.
Upaya menangkap cepat pelaku kejahatan jalanan yang menewaskan pegawai BNI Rara Sitta di Kota Pematangsiantar, Tim Jatanras dari Ditreskrimum Polda Sumut di bawah pimpinan Kombes Pol Andi Rian langusung mengerahkan anggota ke Pematangsiantar.
Tiba di Pematangsiantar, tim yang dipimpin Kasubdit Jatanras Polda Sumut AKBP Faisal Napitupulu mengumpulkan Personel Reskrim Polres Pematangsiantar beserta Kasatnya, Sabtu (28/10/2017).
Faisal turun langsung bersama beberapa anggotanya, lantaran pelaku jambret yang menyebabkan tewasnya Pegawai BNI Rara Sitta Stefanie belum berhasil ditangkap Reskrim Polres Siantar.
“Iya (diturunkan) terkait jambret Pegawai BNI (Rara Sitta Stefanie) itu,” ujar oknum polisi ditanyai soal kedatangan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut.
Dengan bergerak cepat, enam orang langsung diamankan. Namun, mereka mengaku tidak terlibat pejambretan Rara Sitta Stefanie. Tapi polisi tidak percaya begitu saja. 
Keenamnya diperiksa sejak Jumat pagi hingga Sabtu malam. Namun tiba waktunya, 4 pria yang disebut komplotan jambret N buka mulut soal ciri-ciri pelaku sebenarnya yang belum ditangkap.
Keenam orang itu, lima pria yakni AH alias Ompong, AR, PR, N serta MN dan wanita M Daulay.
N yang disebut-sebut dedengkot spesialis jambret di Siantar diamankan belakangan.
AH diamankan di Siantar Square Jalan Sutomo, AR dan PR diamankan di Jalan Siak, MN dan M Daulay diamankan di sebuah rumah di Jalan Bali.
Satu Pelaku Diburu ke Medan
Satu pejambret Pegawai Bank BNI Rara Sitta Stefanie berhasil ditembak petugas Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut. 
Salah satu pelaku nama Randal, terpaksa ditembak dan mati  setelah melawan petugas Minggu (29/10/2017) sekitar pukul 04.30 WIB.
“Barusan tadi subuh, ketemu saat pelariannya ke Medan. Dapatnya di daerah Mariendal. Satu lagi yang di Siantar” kata Kasubdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Faisal Napitupulu pada Tribun-medan.com.
Saat hendak ditangkap, Randal berupaya kabur. Tak hanya itu, Randal menyerang petugas dengan brutal. Petugas pun memberi peringatan, namun tak digubris.
Petugas pun bertindak menembak Randal beberapa kali. Randal pun terhempas ke tanah dan meninggal dunia kehabisan darah.
“Anggota saya diserang sampai luka-luka. Saat hendak ditangkap melawan kali dia. Terpaksa kami tembak. Kondisinya meninggal dunia kena tembakan dan terluka,  dan jasadnya dibawa ke rumah sakit Bhayangkara,” jelas Faisal.
Satu pejambret lainnya, ternyata adalah AH alias Ompong yang sudah diamankan sejak Jumat pgi beserta 5 orang lainnya.
Awalnya ia berkelit dan membantah, kalau dia bukan salah satu pelaku. Namun akhirnya ketahuan juga bahwa dia salah satu pelakunya. Ia tak berkutik setelah barang bukti dan saksi dikumpulkan. 
Ompong diketetahui warga Pasar Pagi, Kelurahan Setia Negara, Kecamatan Siantar Sitalasari.
“Satunya yang di Siantar itu . Si Ompong. Awalnya dia enggak ngaku. Tapi setelah barang bukti ditemukan dan saksi cukup dia ditetapkan tersangka juga,” ucap Faisal. 
Adapun barang bukti ditemukan petugas yakni tas milik Rara Sitta Stefanie yang dibuang pelaku ke parit daerah SMA 3, sepeda motor Vario BK 3318 TBG.
Teranyar handphone milik Rara Sitta Stefanie juga berhasil ditemukan saat menangkap Randal di Kota Medan. 
Polisi sudah berhasil menangkap dua terduga pelaku. Satu ditembak mati, dan satu kedua kakinya ditembak, namun masih hidup. (tribun)

[www.beritaislamterbaru.org]

Lihat juga  Panggilan Spesial untuk yang Spesial
loading…

Banner iklan disini

Sumber: Berita Terkini
Berkelit Namun Akhirnya Akui inilah Pekerjaan Duo Penjambret yang Tewaskan Pegawai BNI