Home / Kabar / ASEAN Sepakati Liberalisasi Penerbangan, YLKI: Indonesia Dirugikan

ASEAN Sepakati Liberalisasi Penerbangan, YLKI: Indonesia Dirugikan

Up-News – ASEAN Sepakati Liberalisasi Penerbangan, YLKI: Indonesia Dirugikan

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dan Menteri Transportasi dari negara-negara anggota ASEAN lainnya menandatangani empat kesepakatan bersama pada puncak pertemuan ke-23 Menteri Transportasi ASEAN di Singapura 12-13 Oktober 2017.

Kesepakatan pertama terkait dengan Protocol to Implement the Tenth Package of Commitments on Air Transport Services under AFAS.

“Kesepakatan itu merupakan kesepakatan liberalisasi bidang jasa transportasi udara,” tutur Budi dalam siaran pers, Sabtu (14/10).

Kesepakatan lainnya yang juga diteken adalah tentang Protocol 3 on Domestic Code Shares Rights between points within the territory of any other ASEAN Member States. Kesepakatan ini merupakan kesepakatan domestic code share di kawasan ASEAN.

Lihat juga  Jokowi: Sekarang Banyak Fenomena Gampang Mengkafirkan Orang

Sementara, kesepakatan ketiga yang ditandatangani adalah soal Mutual Recognition Arrangement (MRA) on Flight Crew Licensing (FCL). Kesepakatan ini adalah saling pengakuan sertifikasi kru pesawat.

Baca Juga  Syafii Maarif: Asing Kuasai 80 Persen Tanah Indonesia

Sedangkan kesepakatan keemat terkait ASEAN Framework Agreement on Facilitation of Cross-Border Transport of Passengers by Road Vehicles (CBTP). Poin keempat ini adalah kesepakatan soal fasilitasi angkutan lintas batas dengan menggunakan angkutan darat.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai liberalisasi penerbangan di kawasan ASEAN itu hanya akan menguntungkan Singapura dan lebih banyak merugikan Indonesia karena dapat menekan maskapai dalam negeri. “Liberalisasi penerbangan itu akan menyebabkan persaingan di sektor penerbangan Indonesia semakin ketat dan mengarah pada persaingan yang tidak sehat,” paparnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/10).

Lihat juga  Din: Indonesia dan Malaysia Punya Potensi untuk Kebangkitan Islam

Baca Juga  Inilah Ancaman NKRI Sesungguhnya yang Tidak Diketahui Banyak Orang

Menurutnya, saat ini persaingan diantara maskapai penerbangan sudah sangat ketat dan saling menjatuhkan yang kerap merugikan konsumen. Walhasil, jika ada pemain baru lagi dari baru dari luar seiring liberalisasi, maka maskapai Indonesia bisa kalah bersaing dengan maskapai asing.

Tulus menilai negara-negara lain memang berhasrat membidik Indonesia dengan liberalisasi penerbangan itu. Pasalnya, jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar dan kondisi gegorafis berupa negara kepulauan adalah pasar yang sangat menjanjikan.

Lihat juga  Indonesia Terselamatkan oleh Jendral Besar Muslim Berparu-Paru Sebelah !

“Jadi liberalisasi penerbangan di tingkat Asia Tenggara secara ekonomi tidak akan banyak berdampak bagi Indonesia. Indonesia justru akan semakin terjepit,” tuturnya.(Elo/Dte/tetitah)

Sumber: Pembela Islam
ASEAN Sepakati Liberalisasi Penerbangan, YLKI: Indonesia Dirugikan