Home / News / Arroya Center Jelaskan Persekutuan Jahat Antara Politikus dan Pengusaha

Arroya Center Jelaskan Persekutuan Jahat Antara Politikus dan Pengusaha

Up-News – Arroya Center Jelaskan Persekutuan Jahat Antara Politikus dan Pengusaha

Febry Suprapto
BANGKITPOS.COM, “Banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa negeri ini telah lama dicengkeram oleh sistem ekonomi neoliberalisme. Mereka hanya tahu kalau ekonomi Indonesia adalah ekonomi kerakyatan. Itu hanyalah slogan kosong,” ungkap Direktur Arroya Center Febry Suprapto.

Kepada BANGKIT POS (13/10/2017), Febry menjelaskan neoliberalisme adalah wujud pembaruan dari paham ekonomi liberalisme yang telah ada sebelumnya. Ekonomi neoliberalisme ini dikembangkan sejak tahun 1980 oleh IMF, Bank Dunia dan Pemerintah AS melalui Washington Consensus.

Lihat juga  XML Sitemap

“Ekonomi liberalisme memiliki tujuan agar negara-negara kapitalis, yaitu Amerika dan sekutunya, dapat terus menguasai ekonomi negara-negara berkembang, sehingga dapat terus menjadi sapi perahannya.” imbuhnya.

Dengan neoliberalisme, lanjut Febry kegiatan ekonomi harus berjalan mengikuti prinsip-prinsip pasar bebas. Paham ekonomi ini menghendaki agar negara tidak banyak berperan dalam penguasaan ekonomi.

“Pengembangan sektor ekonomi cukup diserahkan kepada pihak swasta atau korporasi, baik nasional maupun asing. Hal-hal seperti inilah yang didiktekan oleh IMF atas Indonesia. Dengan demikian neoliberalisme sesungguhnya merupakan upaya pelumpuhan negara menuju corporate state (korporatokrasi),” lanjutnya.

Lihat juga  Pengusaha Muslim Serukan Agar DPR Menolak Perppu Ormas Nomor 2 Tahun 2017

Dia menambahkan, negara bisa dikendalikan oleh persekutuan jahat antara politikus dan pengusaha. Akibatnya, keputusan-keputusan politik tidak dibuat untuk kepentingan rakyat, tetapi hanya untuk kepentingan perusahaan baik lokal maupun asing. [asa]
Sumber: Bangkit Pos
Arroya Center Jelaskan Persekutuan Jahat Antara Politikus dan Pengusaha